GM Arema Cocok dengan Program Latihan Mario Gomez

Selepas dari Arema, Ternyata Mario Gomez Gagal Move On
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

General Manager Arema, Ruddy Widodo mengaku cocok dengan program latihan Mario Gomez. Menurut penilaiannya, meski dibilang klasik, tapi pas dengan karakter para pemain Arema saat ini.

Ruddy sudah mengikuti program latihan Gomez sejak Arema menjalani latihan perdana, Kamis (16/1/2020) sepekan yang lalu. Hingga skuad Singo Edan melakoni pemusatan latihan (TC) di Kusuma Agrowisata Kota Batu, manajer asal Madiun ini selalu memantau.

Pada awal melatih Arema, program latihan ala Gomez didominasi oleh latihan fisik. Setiap sesi latihan, penggawa Arema selalu dicekoki materi latihan keras ala militer oleh pelatih fisik Marcos Gonzales.

“Saya merasa cocok dengan program latihan Coach Mario Gomez Rasanya pas diterapkan di sepak bola Indonesia. Banyak orang bilang, latihan fisik di sepak bola modern harus dengan bola. Tapi, saya lebih senang gaya klasik, bukan kuno, tapi asik,” ungkap Ruddy.

Dukung Program Latihan Fisik Mario Gomez

Ruddy Widodo juga mendukung program latihan fisik Mario Gomez yang diterapkannya untuk para pemain Arema. Menurutnya, masalah timnya musim lalu salah satunya tak punya pelatih fisik.

Pria berusia 48 tahun itu menegaskan bukanlah sebagai orang yang anti sepak bola modern. Namun, kehadiran latihan fisik ala Gomez menyadarkannya tentang definisi latihan fisik sesungguhnya.

“Latihan fisik itu ya secara manual, misal pemain lari sambil membawa beban. Tidak seperti latihan fisik dengan bola seperti di sepak bola modern. Mungkin, khusus untuk pemain di Indonesia, teori latihan fisik dengan bola itu belum bisa diterapkan, walaupun di Eropa sukses,” imbuhnya.

Puji Kedisiplinan di Dalam dan Luar Lapangan

Ruddy Widodo menyebut, Mario Gomez merupakan pelatih yang disiplin di dalam maupun luar lapangan. Manajer asal Madiun ini mendukung adanya denda untuk para pemain yang terlambat mengikuti latihan, atau pun makan bersama tim.

“Dari kedisiplinannya, Coach Gomez juga bagus, ada denda untuk tindakan indisipliner. saya pikir konsep ini berhasil,” pungkas manajer berkaca mata ini.