Panpel Arema Buka Peluang Beri Kuota untuk Suporter PSS Sleman

Panpel Arema Buka Peluang Beri Kuota untuk Suporter PSS Sleman
Kerua Panpel Arema, Abdul Haris

Panpel Arema mebuka peluang memberikan kuota untuk suporter PS Sleman saat bersua di pekan ke-20 Liga 1 2019, Selasa (24/9/2019) sore. Peluang suporter tim tamu untuk bisa turut mendukung timnya di Stadion Kanjuruhan Malang masih terbuka.

Ketua Panpel Arema, Abdul Haris menyatakan peluang memberikan kuota untuk suporter PS Sleman cukup terbuka, jika mengacu pada regulasi Liga 1 2019. Menurutnya, setidaknya ada lima persen dari tiket yang dicetak Panpel tuan rumah wajib diberikan untuk suporter tim tamu.

Namun, menurut pria berkaca mata ini, ada pertimbangan-pertimbangan lain yang harus diperhatikan Panpel Arema. Pertimbangan itu menyangkut keamanan suporter tim tamu selama berada di tribun hingga meninggalkan stadion.

“Kami melihat situasi dulu, sesuai regulasi kalau tidak salah ada lima persen tiket untuk suporter tim tamu, kami akan menyesuaikan. Namun demikian, kami akan menyesuaikan dengan keputusan dari pihak pengamanan. Kepolisian yang berhak mengambil keputusan, kami hanya menyesuaikan,” kata Haris.

Berkaca pada Pertemuan Pertama di Sleman

Hanya saja, peluang memberi kuota untuk suporter PS Sleman itu menipis jika mengacu pada pertemuan pertama di Sleman. Sebab, pada laga pembuka Liga 1 2019, antara PS Sleman vs Arema itu, Aremania dan suporter tim tuan rumah terlibat kericuhan.

Saat itu, suporter tim tuan rumah diduga melakukan provokasi dan pelemparan terlebih dahulu terhadap Aremania di tribun VIP Stadion Maguwoharjo Sleman. Laga tersebut bahkan sempat dihentikan di menit 30 selama kurang lebih satu jam sebelum berakhir dengan skor 3-1 untuk kemenangan PS Sleman.

“Tentu kami akan berkoordinasi dulu dengan seluruh jajaran manajemen, pengamanan, dan juga Aremania. Sebab, kami melihat di putaran pertama lalu terjadi hal-hal yang tidak mengenakkan buat Arema dan Aremania,” imbuh Haris.

Minta Aremania Tak Menirunya

Haris meminta Aremania tak meniru kejadian di putaran pertama saat Arema menjamu PS Sleman nanti. Pria mantan Kepala UPTD Stadion Kanjuruhan Malang itu yakin para pendukung Arema lebih dewasa.

“Melihat pertemuan dengan PSS pada putaran pertama lalu, kami sudah menyiapkan antisipasinya, apa yang harus kami lakukan, minimal mengurangi apa yang dapat merugikan klub, dan Aremania khususnya. Kami berharap tak terjadi lagi sanksi karena kericuhan suporter,” tegasnya.