Terhenti di Semifinal, Penggawa Arema Putri Tetap Diapresiasi

Terhenti di Semifinal, Penggawa Arema Putri Tetap Diapresiasi
Penggawa Arema Putri (C) DANI KRISTIAN

Perjalanan Arema Putri di Liga 1 Putri 2019 harus terhenti di babak Semifinal. Meski gagal melaju ke final dan menjadi juara, para penggawa Arema Putri tetap diapresiasi oleh sang pelatih, Alief Syafrizal.

Pada babak Semifinal, Arema Putri kalah agregat 0-2 dari Persib Putri. Setelah kalah 0-2 di leg pertama di Bandung, mereka hanya menuai hasil imbang 0-0 di kandang sendiri (7/12/2019).

Alief menilai, dari keempat semifinalis Liga 1 2019, timnya memiliki rata-rata usia yang masih muda jika dibandingkan dengan Persipura Putri, Persib Putri, dan PS Tira-Persikabo Putri. Namun, acungan jempol darinya atas perjuangan Sheva Imut dan kawan-kawan menghadapi pemain yang lebih senior.

“Usia anak-anak masih sangat-sangat muda, bahkan rata-rata mereka masih sekolah SMA kelas 1 dan 2. Jadi, ketika kami bisa mencapai salah satu tempat di babak Semifinal ini saja merupakan apresiasi tersendiri bagi anak-anak,” ungkap Alief.

Tak Kalah dari Para Pemain Senior

Alief Syafrizal menegaskan, permainan penggawa Arema Putri tidak kalah dari para pemain senior yang ada di tim-tim lainnya. Namun, diakuinya mereka masih kalah secara daya tahan tubuh.

Secara permainan, menurutnya skuad Ongis Kodew sudah bisa mengimbangi para pemain yang lebih senior di lapangan. Secera fisik pun menurutnya para pemainnya tidak berbeda jauh dari pemain tim lain yang lebih berpengalaman.

“Cuma masalah daya tahan tubuh saja saya pikir. Usia tidak bisa dibohongi, jika usia pemain lebih matang, maka fisiknya akan lebih kuat,” tegasnya.