Muhammad Fakhrudin dan 3 Fakta Menariknya

Muhammad Fakhrudin dan 3 Fakta Menariknya
Muhammad Fakhrudin (5) (C) VAMOS AREMA

Selamat ulang tahun Muhammad Fakhrudin! Pemain kelahiran Sidoarjo, 14 April 1982 itu genap berusia 38 tahun hari ini (14/4/2020).

Fakhrudin didatangkan Arema dari Persisam Putra Samarinda di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Praktis, pemilik jersey bernomor punggung 5 itu turut mengangkat trofi juara ISL 2009-2010 bersama penggawa Singo Edan lainnya.

Debut untuk Arema dijalaninya di laga pekan pertama ISL 2009-2010, saat Arema menjamu Persija Jakarta (11/10/2009). Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Arema menang 1-0.

Menjelajah sektor sayap kiri adalah hobi pemain yang memulai karier sepak bola profesionalnya di klub Deltras Sidoarjo itu. Tak jarang tusukan-tusukannya melalui posisi favoritnya tersebut berbuah umpan tarik ke kotak penalti maupun gol ke gawang lawan.

Pemain ini dikenal dengan sebutan si Goyang Gergaji. Sebab, setiap usai mencetak gol Fakhrudin selalu melakukan selebrasi dengan menggoyangkan pinggul dan tangan seperti goyangan khas yang dipopulerkan pedangdut, Dewi Perssik.

1. Muhammad Fakrudin dan 9 Golnya

Sepanjang memperkuat Arema di ISL 2009-2010, dan ISL 2010-2011, Fakhrudin melesakkan total sembilan gol, delapan gol dibuatnya di musim pertamanya, dan satu gol lagi di musim kedua. Menariknya, seluruh gol itu cuma dibuatnya di laga kandang Arema.

Gol pertamanya untuk Arema dibuat Fakhrudin di laga debutnya (11/10/2009) di hadapan publik Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Gol semata wayang itu menjadi gol kemenangan Arema atas Persija Jakarta 1-0.

Selanjutnya, Fakhrudin membuat dua gol ke gawang Persipura Jayapura saat Arema menang 2-1. Tiga gol tambahan dicetaknya ke gawang Sriwijaya FC (3-0), Persema Malang (3-1), dan PSM Makassar (3-0). Dua gol lagi dibuatnya ketika Arema menang 6-1 atas Pelita Jaya.

Pada ajang ISL 2010-2011, Fakhrudin hanya mencetak satu gol saja. Satu-satunya gol yang dibuat Fakhrudin itu tercipta di laha melawan Persisam Samarinda, di mana skuad Singo Edan dibawanya menang 2-0.

2. Memperkuat Persebaya Sebelum ke Arema

Sebelum dua musim memperkuat Arema di ISL 2009-2010, Fakhrudin ternyata pernah memperkuat Persebaya Surabaya. Momen itu terjadi di ISL 2008-2009, semusim sebelum ke Arema.

Fakhrudin didatangkan Persebaya dari Persijap Jepara, klub yang dibelanya semusim sebelumnya. Namun, kariernya di Persebaya cuma berlangsung setengah musim saja (putaran pertama), sebelum akhirnya memilih hengkang.

Pada paruh musim kedua, Fakhrudin bermain di Persisam Samarinda. Pada masa itu, bersama lima mantan pemain Persebaya lainnya, Fakhrudin sempat mengajukan tuntutan penggelapan gaji selama empat bulan kepada Indah Kurnia (mantan Manajer Persebaya) sebesar 80 juta rupiah.

3. Menurun di Tangan Miroslav Janu

Dua musim Fakhrudin bermain di ISL 2009-2010 dan ISL 2010-2011, Arema mengalami perubahan tampuk kepelatihan. Usai membawa Arema juara ISL 2009-2010, musim berikutnya pelatih Robert Rene Albert digantikan oleh pelatih asing lainnya, Miroslav Janu.

Sayang, performa Fakhrudin menurun di tangan pelatih asal Cekoslovakia itu. Jika pada musim pertamanya, Fakhrudin menjadi andalan di sektor sayap kiri, saat Arema dilatih Miro, bench pemain cadangan lebih akrab denganya.

Di ISL 2009-2010, Fakhrudin membukukan 31 penampilan (2340 menit), dengan 30 laga di antaranya menjadi starter. Sementara, di musim keduanya, Fakhrudin hanya tampil sembilan kali (466 menit), dengan enam kali masuk line-up utama, dan 14 kali duduk di bench.