Aremania Ingin Arema Juara di Pra-musim dan Kompetisi

Aremania Ingin Arema Juara di Pra-musim dan Kompetisi
Tim Arema (C) DANI KRISTIAN

Aremania mendukung tim pelatih yang memanfaatkan ajang pra-musim Piala Gubernur Jatim (Jawa Timur) 2020 sebagai ajang persiapan untuk Liga 1 2020. Namun, sebagai Aremania, Awang Karta juga ingin Arema meraih juara di pra-musim dan kompetisi nanti.

Awang memahami jika Mario Gomez selaku pelatih kepala Arema tidak mementingkan hasil laga di masa pra-musim. Menurutnya, tim pelatih ingin membentuk tim, sehingga ketika kompetisi berjalan Arema sudah punya kerangka tim inti.

Pada ajang Piala Gubernur Jatim 2020 ini, Arema beruntung bakal bertemu dengan tim-tim kuat seperti Persija Jakarta, Persela Lamongan, dan Sabah FA dengan status sebagai tuan rumah. Awang berharap Arema tampil sebaik mungkin di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

“Kalau pelatih menginginkan Arema bisa berprestasi di kompetisi ketimbang ajang pra-musim sah-sah saja. Kalau Aremania inginnya di Piala Gubernur Jatim ini bisa mencapai hasil terbaik, begitu pula di Liga 1 2020, dua-duanya harus juara,” kata Awang.

Tantangan Terbesar Mario Gomez

Awang Karta menyebut, sejatinya tantangan terbesar Mario Gomez selaku pelatih Arema bukanlah menghadapi lawan-lawan di ajang Piala Gubernur Jatim 2020 ini. Menurutnya, ada tugas yang lebih penting lagi daripada itu.

Seperti diketahui, musim ini Arema punya separuh pemain baru, pelatih juga baru. Awang berharap Gomez bisa segera memadukan pemain lama dan baru, termasuk pemain asing.

“Selain itu, tantangan baginya, atau bagi siapa pun pelatihnya, jika melatih Arema harus siap menghadapi tekanan dan tuntutan dari suporter. Aremania menginginkan tim ini punya karakter Malangan yang keras, bermain bagus dan menang,” imbuh pemilik lapak warung kopi di Stadion Kanjuruhan ini.

Optimistis Melihat Komposisi Pemain

Awang Karta senang karena komposisi skuad Arema musim ini lebih bagus dari musim lalu. Kalau musim lalu banyak pemain ‘uzur’, musim ini menurutnya Arema didominasi para pemain di bawah usia 30 tahun.

“Mungkin pelatih punya rencana lain untuk ke depannya, tinggal bagaimana adaptasi antara pemain lama dengan pemain baru agar segera nyetel dalam skema pelatih, termasuk pemain asing, hasilnya bisa dilihat di kompetisi nanti. Kami sebagai Aremania sangat optimistis dengan pemain yang sekarang ini, tapi tetap butuh pembuktian di lapangan,” tegasnya.