Deklarasi Aremania Cinta Damai Dapat Dukungan Positif

Deklarasi Aremania Cinta Damai Dapat Dukungan Positif
Aremania dalam laga Arema vs Persebaya (C) DANI KRISTIAN

Polres Makang menggelar acara Deklarasi Aremania Cinta Damai di halaman Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (7/3/2020) siang. Acara itu mendapat dukungan dari Aremania se-Kabupaten Malang.

Awang Karta, Koordinator Aremania Kanjuruhan, mengaku sangat mendukung acara yang digagas Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. Menurutnya, acara itu merupakan inisiatif yang baik untuk menjaga kondusivitas Malang Raya jelang laga Arema vs Persib Bandung di pekan kedua Liga 1 2020, Minggu (8/3/2020) sore.

Sebelumnya, ada perintah dari Kapolres Malang yang baru saja dilantik itu kepada Polsek se-Kabupaten Malang untuk mengkoordinir Aremania di wilayahnya untuk hadir dalam acara ini. Mereka membacakan ikrar Aremania Cinta Damai secara bersamaan.

“Sekarang ini, pola pikir soal rivalitas dengan kelompok suporter klub lain sudah seharusnya diubah. Sekarang bukan lagi waktunya melanjutkan rivalitas di luar lapangan. Tugas suporter itu di stadion, mendukung tim kebanggaan untuk meraih hasil positif, bukan mencari musuh,” kata Awang ditemui di sela-sela acara.

Butuh Proses Melihat Hasil Acara Deklarasi Aremania Cinta Damai Ini

Awang menegaskan, butuh proses untuk bisa melihat hasil dari acara Deklarasi Aremania Cinta Damai ini. Kendala utamanya, tentu ada Aremania yang pro dan kontra dengan wacana perdamaian dengan kelompok suporter lain yang selama ini bisa dibilang sebagai rival pendukung Arema.

Menurutnya, harus ada sosialisasi dari pentolan-pentolan Aremania sampai ke tingkatan akar rumput. Namun, Awang berpikiran, kalau tidak dimulai mulai sekarang dan dimulai dari hal kecil, perdamaian mustahil dapat terwujud nyata.

“Harapan kami, para generasi penerus Aremania ke depannya bisa rukun dengan seluruh kelompok suporter klub lain, tak terkecuali dengan mereka yang selama ini menjadi rival Aremania. Dimulai dari hal kecil, misalnya menghentikan chant-chant rasis atau yang menyinggung kelompok suporter lain di tribune. Kita harus saling mengingatkan, baik di tribune maupun di luar lapangan,” tandasnya.