Jelang kembali berlaga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, manajemen Arema mengambil keputusan bijak. Rencananya tiga persen pendapatan bersih laga kandang Arema akan disumnangkan untuk keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
General Manajer Arema Yusrinal Fitriandi mengatakan, keputusan ini diambil atas dasar itikad baik pihaknya. Menurutnya, tak ada kepentingan atau tendensi apapun.
Santunan 3 persen ini masuk program kerja manajemen Arema musim ini. Ini juga murni sebagai bentuk kepedulian dan misi sosialnya Arema kepada 135 keluarga korban tragedi yang terjadi pada 1 Oktober 2022 tersebut.
“Kami sering menerima informasi terkait harapan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, perihal asuransi dan restitusi. Kami akan memberikan 3 persen dari pendapatan bersih atas penjualan tiket di setiap laga kandang Arema di Stadion Kanjuruhan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan,” kata Yusrinal.
Santunan 3 Persen Pendapatan Bersih Laga Kandang Arema Terhitung Sejak Bermain di Stadion Kanjuruhan Lagi
Santunan 3 persen dari pendapatan bersih laga kandang itu diberikan setelah Arema bermain di Stadion Kanjuruhan lagi. Menurut Inal, sapaan akrab Yusrinal, Arema baru bisa tampil di stadion itu lagi pada Februari 2025.
“Santunan itu akan kami berikan setelah kami bermain di Stadion Kanjuruhan lagi, sampai batas waktu yang belum ditentukan, bisa satu tahun, dua tahun, atau sampai kapan kami belum putuskan,” imbuhnya.
“Besaran persentase itu sudah kita godok, kita bicarakan dengan pihak direksi, dan kita putuskan 3 persen untuk ahli waris 135 keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang meninggal dunia, dibagi sama rata, dapatnya berapa dibagi 135.”
