More

    Arema FC Merespons Surat Terbuka Presidium Aremania Utas Soal Logo Singa Bertindik

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Arema FC merespons surat terbuka Presidium Aremania Utas kepada Yayasan Arema soal logo singa bertindik. General Manager Aremw, Yusrinal Fitriandi mengapresiasi antusias Aremania yang ingin Arema FC memakai logo lawas.

    Atasi polemik, Aremania Utas kirim surat terbuka kepada Yayasan Aremania yang masih menjadi pemilik atas logo Arema singa bertindik. Keinginan mewakili suara Aremania sejagad raya itu disampaikan melalui surat bernomor 87/PRES-ARM/XII/2025

    Sebelumnya, Presidium Aremania angkat bicara soal permintaan pergantian logo Arema FC dengan logo singa bertindik. Permintaan itu masiv di media sosial sejak Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KEMENKUMHAM) menyatakan menolak pendaftaran hak atas logo tersebut yang dilakukan PT Arema Indonesia beberapa waktu lalu.

    Bahkan, sejumlah akun fanbase Aremania menggelar polling terkait logo mana yang diinginkan suporter untuk bisa dipakai Arema FC dalam berkompetisi di Super League. Harapannya, hasil polling itu bisa merepresentasikan harapan Aremania terhadap pengaktivan kembali logo singa bertindik milik Yayasan Arema tersebut.

    Sebagai entitas pemegang Hak Merek atas nama dan logo terkait Arema, Arema FC menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah klub dengan mengedepankan etika, kesantunan, dan kepatuhan penuh terhadap hukum. Yusrinal menyampaikan bahwa manajemen sangat memahami dan mengapresiasi kerinduan mendalam Aremania terhadap simbol-simbol kejayaan masa lalu tersebut.

    “Kami sangat menghargai langkah polling dan aspirasi tulus Aremania. Jujur, kami di manajemen pun memiliki kerinduan yang sama. Logo Singa Bertindik adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah perjalanan kami,” kata Yusrinal.

    Surat Terbuka Presidium Aremania Utas Jadi Langkah Prosedural

    Yusrinal secara khusus menyoroti langkah Presidium Aremania Utas yang telah berinisiatif mengirimkan Surat Terbuka untuk memohon keikhlasan pihak Yayasan Arema agar menyerahkan hak cipta logo tersebut. Menurutnya, itu adalah langkah yang tepat, elegan, dan sesuai prosedur.

    “Kami melihat langkah Presidium mengirim surat terbuka adalah bentuk ikhtiar yang sangat mulia dan prosedural. Itu menempatkan persoalan pada tempatnya. Kami di klub sangat mengapresiasi upaya tersebut,” imbuhnya.

    Pria yang akrab disapa Inal itu mengajak agar aspirasi dan surat tersebut direspon positif oleh semua pihak. Terutama untuk tujuan persatuan dan kebanggaan bersama.

    “Porsi kami di manajemen adalah terus berikhtiar menjaga eksistensi Arema di jalur kompetisi dan perlindungan atas hak komersil Arema. Kami berharap pihak lain pemegang hak cipta logo singa bertindik, sesuai porsinya, dapat dengan ikhlas memenuhi aspirasi Aremania yang tersurat dalam permohonan Presidium tersebut,” jelasnya.

    “Kewenangan menyerahkan atau mengizinkan penggunaan logo itu ada pada mereka (pemegang hak cipta), bukan pada klub. Porsi serta kewenangan ini perlu dipahamkan ke publik agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Kami sifatnya menunggu ‘lampu hijau’ legalitas tersebut,” tegasnya.

    Tetap Prioritaskan Langkah Legal

    Inal menjelaskan, status manajemen saat ini yang telah memproses legalitas pengakuan negara sebagai pemegang Hak Merek Arema, justru membawa amanah dan tanggung jawab moral yang lebih besar untuk memberikan teladan yang baik. Langkah legal memang menjadi prioritas manajemen Arema.

    “Manajemen memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh kepatuhan hukum. Kita tidak ingin membangun kebesaran Arema tanpa menghormati hak pihak lain. Kita patuh legal, maka kita ingin melangkah dengan cara yang benar dan sesuai regulasi,” pungkasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis