Pelatih Marcos Santos mengklaim Arema sering mengasah bola mati dalam sesi latihan. Tapi, pelatih asal Brasil itu menyesalkan justru dua kali Arema kalah di dua laga terakhir di Super League 2025-202 gara-gara sepak pojok.
Terbaru, Arema kalah 1-2 dari Persib Bandung di Pekan 6 (22/9/2025) karena gol penentu dari Federico Barba. Bek tengah dari Italia itu melakukan sundulan bola sepak pojok Wiliam Marcilio yang menggemparkan publik Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
Sebelumnya, Arema kalah dengan skor yang sama di tempat yang sama dari Dewa United. Gol pertama tim tamu juga dilesakkan lewat skema tendangan sudut dari kaki Stafano Lilipaly.
“Bisa dilihat sendiri dalam sesi latihan kami sering berlatih tendangan bebas dan sepak pojok, tapi kami masih saja kebobolan lewat skema bola mati. Tapi, begitulah sepak bola. Kami harus memperbaiki situasi seperti ini untuk memenangkan pertandingan lagi,” kata Marcos.
Arema Sering Mengasah Bola Mati Sebagai Senjata
Marcos mengaku menjadikan bola mati sebagai salah satu senjata Arema untuk mencetak gol ke gawang lawan. Namun, di laga lawan Dewa United dan Persib, justru pasukannya mengalami istilah senjata makan tuan.
“Saya suka banyak bekerja pada bola mati karena itu adalah situasi yang dapat menentukan permainan. Itu adalah situasi yang bisa menjadi gol kemenangan,” imbuh pelatih berusia 46 tahun itu.
“Tim yang bisa memanfaatkan peluang lewat bola mati berpotensi lebih besar dalam memenangkan pertandingan. Sayangnya, kali ini kita yang kecolongan lewat skema tersebut,” pungkasnya.
