More

    Hujan Kartu Merah di Laga Lawan Bhayangkara FC, Pelatih Arema Sampai Malu dengan Situasi yang Terjadi

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    Hujan kartu merah di laga lawan Bhayangkara FC, Selasa (10/3/2026), Pelatih Arema, Marcos Santos sampai malu dengan situasi yang terjadi. Dalam laga Pekan 25 Super League 2025-2026 yang dimenangkan Bhayangkara 2-1 itu Arema menerima sekurangnya empat kartu merah dari wasit Yudai Yamamoto.

    Tampil di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Arema sejatinya bisa unggul dulu 1-0 lewat gol Joel Vinicius menyambut assist Dalberto Luan Belo di pengujung babak pertama. Sayang, sebelum turun minum, wasit memberikan kartu merah untuk pelanggaran Pablo Oliveira yang tidak ada unsur kesengajaan.

    Sejak menit 70, Arema kembali kehilangan pemain, setelah Dalberto yang diganjar kartu merah usai membela diri akibat dikasari lebih dulu oleh pemain lawan Slavko Damjanovic yang “cuma” kena kartu kuning. Unggul jumlah pemain Bhayangkara mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Privat Mbarga di menit 75.

    Wasit Yudai asal Jepang memberikan kartu kuning bagi Betinho Filho di menit 82 dan penalti untuk Bhayangkara karena didakwa melakukan pelanggaran kepada Sani Rizki di kotak terlarang. Eksekusi penalti Moussa Sidibe memastikan kekalahan Arema 1-2 dari tuan rumah.

    “Sebagai pecinta sepak bola, saya merasa malu melihat apa yang terjadi hari ini. Bukan hanya karena dua gol, tapi juga karena tiga kartu merah untuk pemain, bahkan yang terakhir terjadi dalam situasi yang menurut saya gak adil,” kata Marcos.

    Hujan Kartu Merah Tak Pantas Didapatkan Arema

    Marcos bersikeras kartu merah yang diterima Pablo Oliveira, Dalberto Luan Belo, dan Matheus Blade tidak pantas mereka dapatkan. Bahkan ada satu kartu merah untuk Sekretaris Tim Arema, Rahmat Taufik Hentihu dalam kericuhan usai laga.

    “Kami mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain di lapangan. Di akhir laga masih ada satu kartu merah lagi untuk Blade yang berupaya mempertanyakan kepemimpinan wasit. Jika melihat kartu merah yang diberikan, menurut saya itu terlalu dipaksakan (kartu merah Dalberto). Dalam situasi serupa yang dilakukan pemain Bhayangkara (Slavko Damjanovic), seharusnya itu hanya kartu kuning,” imbuhnya.

    “Ini bukan tentang masyarakat Indonesia atau sepak bola Indonesia. Bukan itu maksud saya. Tetapi saya benar-benar meninggalkan stadion hari ini dengan perasaan kecewa terhadap apa yang saya lihat di sepak bola,” jelas pelatih asal Brasil ini.

    Tak Menyalahkan Bhayangkara FC

    Dalam situasi ini, Marcos menegaskan tak menyalahkan Bhayangkara FC yang mengalahkan Arema. Namun, apa yang dilakukan wasit telah merusak pertandingan antara kedua tim.

    “Pertandingan ini memang sulit. Bhayangkara adalah tim yang sangat bagus. Mereka adalah tim yang semakin kuat dan berkembang. Namun ini bukan kesalahan Bhayangkara. Mereka sudah melakukan tugas mereka dengan baik. Menurut saya justru wasit yang merusak pertandingan yang seharusnya bisa menjadi laga yang bagus,” pungkasnya.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis