More

    Kehilangan Luiz Gustavo Jadi Pukulan Berat untuk Arema di Tengah Musim

    - Advertisement -
    - Advertisement -

    General Manager Yusrinal Fitriandi menilai kehilangan Luiz Gustavo jadi pukulan berat untuk Arema di tengah musim Super League 2025-2026. Stopper asal Brasil itu harus menepi hingga tujuh bulan gara-gara cedera lutut kirinya.

    Sebelumnya, Dokter Tim Arema, dr. Nanang Tri Wahyudi, Sp.K.O. menyebut Gustavo didiagnosis mengalami robekan pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Cedera itu dideritanya dalam laga terakhir putaran pertama lawan Persik Kediri di Pekan 17 (11/1/2026).

    Gustavo harus menjalani operasi setelah melalui serangkaian observasi mendalam antara tim medis klub, konsultan ahli, dan sang pemain sendiri. Pemain berusia 31 tahun itu pun menerimanya karena sebagai opsi terbaik untuk menyelamatkan karir sepak bolanya di masa depan.

    “Tentu ini berat bagi kami di manajemen, pelatih, dan Aremania. Namun, demi kesembuhan dan karier pemain ke depannya ini harus dilakukan,” kata Yusrinal.

    Harus Rela Kehilangan Luiz Gustavo

    Pria yang akrab disapa Inal itu mengaku harus merelakan keputusan medis kehilangan Gustavo. Menurutnya, keputusan itu dilakukan demi karier si pemain di masa depan.

    “Klub harus rela dan menyetujui opsi jalan operasi bagi Gustavo. Kami gak ingin mengambil risiko yang bisa membahayakan masa depannya,” imbuhnya.

    “Saya pastikan, Gustavo masih terikat kontrak hingga akhir kompetisi dan akan mendapatkan haknya serta dukungan penuh selama masa pemulihan,” pungkas manajer asal Bogor itu.

    Ikuti saluran WhatsApp kami, subscribe channel YouTube, ikuti Instagram, dan bergabung dengan kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

    🔥 Trending Minggu Ini

    Artikel Lainnya

    Memuat artikel otomatis