Arema ubah strategi transfer pemain untuk Super League 2025-2026, khususnya untuk perekrutan pemain asing. General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi mengaku perubahan itu tak lepas dari “paksaan” Pelatih Marcos Santos.
Saat Marcos ditunjuk sebagai pelatih kepala, Arema sudah punya lima pemain asing yang dipertahankan dari skuad musim lalu. Ada Lucas Frigeri, Thales Lira, Julian Guevara, Dalberto Luan Belo, dan Pablo Oliveira yang sengaja tak didaftarkan karena masih pemulihan cedera.
Bersamaan dengan gabungnya Marcos ke Arema, dua pemain asing didatangkan, yakni Valdeci Moreira dan Paulinho Moccelin. Jelang Piala Presiden 2025, dua pemain asing baru direkrut, yaitu Odivan Koerich dan Yann Motta, sehingga Arema punya delapan pemain asing jika Pablo tak dihitung.
Usai gagal total di turnamen pramusim itu, Yusrinal sempat bilang Arema tak akan mengisi penuh 11 slot pemain asing sesuai yang diizinkan regulasi. Menurutnya, Arema hanya akan mengontrak sembilan pemain impor saja, sehingga cukup butuh tambahan satu pemain lagi.
Lantas, Arema meminang Ian Puleio untuk memperkuat lini serang yang diprediksi menjadi pemain asing terakhir Arema. Namun, semua prediksi berubah ketika Thales Lira diantarkan bak COD ke Persija Jakarta yang meminjamnya saat kedua tim beruji coba.
Menyisakan satu slot kosong dari rencana sembilan pemain asing yang dikontrak, Arema kembali mengikat kontrak satu bule lagi, yakni Betinho Filho. “Nafsu” belanja Arema nyatanya belum berhenti sampai di situ, karena tak lama merapat dua legiun asing anyar, yaitu Luiz Gustavo dan Matheus Blade.
“Sebetulnya kami gak berniat mengecoh semuanya. Kemarin kita sempat bilang kemungkinan ambil sembilan pemain asing saja, kalau kenyataannya lebih itu karena kebutuhan tim. Jadi, pelatih bilang secara teknis butuh tambahan ya kita ikut mempertimbangkan,” kata Yusrinal kepada WEAREMAnIA.
Arema Ubah Strategi Transfer Pemain Setelah Pengamatan Selama Pramusim
Pria yang karib disapa Inal itu menambahkan, berubahnya strategi Arema di bursa transfer itu salah satunya juga karena pengamatan performa tim selama pramusim. Marcos sebagai pelatih sudah menyampaikan pandangannya, hingga akhirnya tambahan dua pemain asing disetujui.
“Gak ada trigerny sih, itu masuk ke program pelatih, selama pramusim kita beri dia keleluasaan buat menilai timnya sendiri, menyampaikan apa saja yang dibutuhkan, kita berusaha memenuhinya,” imbuhnya.
Meski belanja pemain Arema bertambah dari rencana semula, Inal membantah kalau itu membuat keuangan klub boncos. Semua itu berkat skala prioritas yang diterapkan manajemen Arema.
“Alhamdulillah, negoisasi kita berjalan oke. Meski kita mengontrak 11 pemain asing, secara finansial kita masih aman, gak boros,” pungkas pria asal Bogor itu.
