Lucas Frigeri siapkan sang putra, Lucca sebagai penerus di lapangan hijau. Meski anaknya sempat terkendala patah tulang tangan pada September 2025 lalu, kiper Arema di Super League 2025-2026 itu tetap memberikan dukungan penuh untuk cita-cita anaknya.
Sejak kecil, Frigeri memang berusaha mendekatkan Lucca dengan dunia sepak bola. Anak berusia enam tahun itu sering diajaknya ke tempat Arema melakoni sesi latihan, dan nonton langsung ke stadion saat kiper asal Brasil itu berlaga bersama Arema.
Lucca juga sempat didapuk menjadi player escort untuk bapaknya di laga melawan Dewa United lalu. Bahkan, sebelum itu pun Lucca juga sudah pernah menjalankan tugas yang sama sebagai pendamping pemain ketika masuk dari ruang ganti ke lapangan.
“Saya senang dia sangat suka sepak bola. Saya akan memberinya semua dukungan yang dia butuhkan. Saya pikir dia akan menjadi pemain yang bagus. Dia akan mendapatkan semua dukungan saya,” kata Frigeri kepada WEAREMANIA.
Lucas Frigeri Tak Melihat Adanya Rasa Trauma di Diri Sang Anak
Frigeri mengaku tak melihat adanya rasa trauma di diri sang anak pasca mengalami cedera. Menurutnya, Lucca tetap mencintai sepak bola.
“Dia sempat mengalami patah pada lengannya saat bermain sepak bola. Dia tersandung di lapangan, jatuh dengan lengannya sebagai tumpuan, dan pemain lain jatuh menimpanya,” imbuhnya.
“Tapi, dia tetap suka sepak bola setelah hari nahas tersebut. Saya akan selalu mendukungnya,” pungkas pemain berusia 36 tahun itu.
