Jangan heran jika nanti melihat Arema comeback setelah kebobolan lebih dulu dalam pertandingan. Sebab, penggawa Arema sudah dibiasakan berjiwa remontada sejak sesi latihan oleh Asisten Pelatih Arema, Kuncoro.
Sejak latihan perdana pada pertengahan Juni lalu, Kuncoro dipercaya memimpin sesi latihan sebelum pelatih kepala Marcos Santos akhirnya bergabung pada 27 Juni 2025. Fokus latihannya memang fisik, tapi sesekali tetap ada materi game menutup tiap sesi latihan.
Kuncoro punya aturan, tim yang kalah dalam sesi game itu harus melahap menu latihan tambahan sebelum sesi pendinginan. Menunya bisa sprint pendek, sprint panjang, ataupun sekadar push up, atau tak jauh dari latihan fisik.
“Itu hukuman untuk memotivasi pemain agar gak kalah, karena kalah itu gak enak, makanya kita tumbuhkan sugesti jangan sampai kalah. Biasanya waktu tersisa satu menit saya umumkan, jadi tim yang posisinya tertinggal akan berusaha mencetak gol, dan itu sering terjadi,” kata Kuncoro kepada WEAREMAnIA.
Berjiwa Remontada Sejak Sesi Latihan Sekaligus Latihan Fisik
Kuncoro menilai, ‘ancaman’ hukuman bagi tim yang kalah itu bukan cuma menumbuhkan tekad untuk bangkit (remontada) tapi juga bisa meningkatkan intensitas permainan dalam sesi game. Tentu saja, intensitas tinggi yang diharapkan itu sebagai bagian dari cara tim pelatih Arema menggembleng fisik pemainnya.
“Jadi, itu kan game sekaligus latihan fisik juga, karena berlangsung dengan intensitas tinggi. Idenya mengalir saja, penggabungan antara ilmu kepelatihan dan psikologis pemain,” imbuh pelatih berusia 47 tahun itu.
“Apakah ini akan diterapkan juga saat kompetisi berjalan, itu tergantung pelatih kepala, tapi kami akan menyarankan,” tandasnya.
