Soal persaingan pemain asing vs lokal Arema di skuad untuk Super League 2025-2026 turut menyita perhatian direksi klub. Ada pesan khusus yang disampaikan kepada tim pelatih Arema yang dipimpin Marcos Santos.
Seperti diketahui, PT I-League membolehkan klub peserta Super League 2025-2026 mengontrak 11 pemain asing. Kebijakan itu tentu bisa saja berdampak terhadap perkembangan pemain lokal, khususnya pemain muda potensial.
General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi menyebut hal itu sebagai risiko bagi setiap pemain. Hanya saja, pihaknya meyakini para pemain lokal Arema bisa bersaing dalam memperebutkan slot di tim utama.
“Pastinya ada risiko itu ya, tapi kan kita sudah menekankan kepada tim pelatih untuk para pemain pelapis, khususnya yang usia muda, mereka punya bakal dan layak dicoba di pertandingan,” kata Yusrinal kepada WEAREMAnIA.
Tak Khawatir dengan Persaingan Pemain Asing vs Lokal Arema
Inal, sapaan akrabnya, tak khawatir dengan persaingan antara pemain lokal dan asing di Arema. Apalagi sudah ada komitmen dari Marcos dan jajaran tim pelatih Arema untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda potensial.
Saat ini, tercatat Arema memiliki sembilan pemain lokal yang usianya di bawah 23 tahun. Mulai dari Dimas Aryaguna (19 tahun), Arkhan Fikri (20), Brandon Scheunemann (20), Teuku Razza (21), Iksan Lestaluhu (21), Aswin (22), Achmad Maulana (22), Hamzah Titofani (22), hingga Salim Tuharea (22).
“Kami gak khawatir, tim pelatih pun sudahberkomitmen untuk menurunkan mereka,” pungkas manajer asal Bogor tersebut.
