Manajemen Arema lepas Muhammad Rafli jelang dibukanya bursa transfer pemain paruh musim Super League 2025-2026. Gelandang serba bisa itu menuju pintu keluar Arema dengan status pemain pinjaman.
Pelatih Marcos Santos menyebut langkah ini diambil bukan karena penurunan dedikasi. Menurutnya, peminjaman tersebut sebagai bentuk respons profesionalisme sang pemain terhadap saran objektif tim pelatih demi menyelamatkan karier dan menit bermainnya di tengah ketatnya persaingan skuad.
Keputusan ini disepakati bersama dengan sangat bijak. Rafli, yang dikenal sebagai pemain dengan attitude yang baik, menghormati sepenuhnya evaluasi teknis yang diberikan oleh jajaran pelatih Arema.
“Sebagai pesepakbola profesional, Rafli menyatakan kesiapannya untuk berdedikasi dan memberikan performa terbaik di klub manapun dia ditempatkan, sesuai dengan kebutuhan teknis di lapangan,” kata Marcos.
Arema Lepas Muhammad Rafli dengan Torehan Dedikasi Tinggi
Pelatih Marcos Santos, menegaskan dedikasi tinggi Rafli sangat penting dalam sejarah perkembangan Arema. Namun, keputusan peminjaman ini menjadi solusi positif untuk menyelamatkan masa depannya.
Menurut pelatih asal Brasil itu, keputusan tersebut murni didasari oleh kebutuhan sang pemain untuk terus berkembang. Diyakini, apa yang diinginkan itu sulit untuk didapatkan jika Rafli tetap berada di bangku cadangan Arema saat ini.
“Rafli telah memainkan peran penting dalam sejarah Arema. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan komitmen yang kuat kepada klub, Rafli secara konsisten menunjukkan rasa hormat kepada lambang klub dan kepada para pendukung, berkontribusi baik di dalam maupun di luar lapangan,” imbuhnya.
“Selama waktunya bersama Arema, Rafli menunjukkan tanggung jawab dan loyalitas terhadap proyek klub, membantu tim di momen-momen penting dan menjaga sikap positif dalam skuad. Etos kerja dan karakternya selalu dihargai oleh staf pelatih, manajemen, dan para penggemar,” tambahnya.
Alasan Lain Rafli Dipinjamkan
Pelatih berusia 46 tahun tersebut menambahkan alasan lain kenapa Rafli dipinjamkan. Persaingan di lini tengah Arema musim ini turut mendukung keputusan tersebut.
“Saat ini, karena meningkatnya persaingan dalam skuad dan terbatasnya kesempatan bermain, klub percaya bahwa keputusan terbaik adalah mengizinkan Rafli bergabung dengan klub lain dengan status pinjaman, sehingga dia dapat memperoleh menit bermain reguler dan melanjutkan pengembangan profesionalnya,” tegasnya.
