Arema Kalah Telak di Kandang PSM karena Reposisi Pemain?

Arema Kalah Telak di Kandang PSM karena Reposisi Pemain?
Arema Kalah Telak di Kandang PSM (C) DANI KRISTIAN

Arema kalah telak di kandang PSM Makassar, Stadion Andi Mattalatta pada laga tunda pekan kelima Liga 1 2019, Rabu (16/10/2019) malam dengan skor 2-6. Kekalahan tersebut disinyalir disebabkan oleh keisengan pelatih Milomir Seslija melakukan reposisi pemain.

Pada starting line-up lawan PSM, pelatih yang akrab disapa Milo itu menurunkan Kartika Ajie, Alfin Tuasalamony, Arthur Cunha, Ikhfanul Alam, Johan Farizi, Hendro Siswanto, Takafumi Akahoshi, Makan Konate, Dedik Setiawan, Ridwan Tawainella, dan Sylvano Comvalius. Sekilas, para pemain ditempatkan di posisi natural masing-masing.

Reposisi pemain belum tampak saat bek kiri Johan Farizi yang memang tidak direkomendasikan dokter tim bermain penuh, digantikan Ricky Ohorella yang juga bek kiri di menit 46. Keanehan baru tampak ketika Ikhfanul Alam yang tampak memegangi pipinya ditarik keluar di menit 48.

Bagaimana bisa Alam yang dimainkan di posisi stopper yang ditinggalkan Hamka Hamzah yang harus absen karena cedera, digantikan Rifaldi Bawuo yang seorang penyerang sayap? Di sinilah awal ‘malapetaka’ yang menimpa Arema.

Menggeser Posisi Dua Pemain

Keluarnya Ikhfanul Alam memaksa Milo menggeser posisi dua pemain lain. Tak disangka, Takafumi Akahoshi yang ketiban durian runtuh ditarik mundur dari lini tengah ke posisi stopper menggantikan Alam.

Memang, sebenarnya di bench (bangku cadangan) pemain ada nama Rachmat Latief yang seorang stopper murni dan asli Makassar pula. Namun, ‘dosa’ Latief di laga melawan Borneo FC yang berakhir imbang 2-2 kemungkinan besar menjadi pertimbangan Milo tak memasangnya lagi.

Sementara, posisi di lini tengah yang lowong usai Akahoshi menjadi stopper, ditempati Ridwan Tawainella yang sebelumnya menjadi penyerang sayap. Sepeninggalnya, posisi Ridwan dimainkan oleh Rifaldi yang masuk menggantikan Alam.

Ujian kembali datang di menit 54, kali ini menimpa lini depan, di mana Dedik Setiawan mengalami cedera. Riky Kayame dimasukkan menggantikan posisi pemain yang sejatinya juga baru pulih dari cedera lutut itu.

Bertambah Tiga Gol

Arema yang memulai babak kedua dengan kedudukan tertinggal 1-3 dari PSM, harus kebobolan tiga gol lagi mulai menit 58, tepatnya 10 menit setelah skuat Singo Edan mengandalkan duet stopper asing dadakan, Arthur Cunha dan Takafumi Akahoshi.

Duet stopper dadakan itu gagal mengantisipasi umpan membelah dari Wiljan Pluim. Ferdinan Sinaga yang datang tanpa terjebak offside di antara dua stopper langsung menyelesaikannya dengan sekali sentuhan mengarahkan bola ke pojok kanan bawah gawang Arema yang dijaga kiper Kartika Ajie.

Gol kelima PSM dibuat oleh Ezra Walian dari serangan balik cepat pula. Sepakan keras kaki kanannya dari pojok kotak penalti di area kanan pengamatan Ajie mengarah ke pojok kiri gawang Arema tanpa sanggup ditepis dengan sempurna.

Wiljan Pluim yang sebelumnya mengirim assist akhirnya mencetak gol keenam PSM dengan sontekan pelan usai menuntaskan kerja sama cantik dengan Rizki Eka di muka gawang Arema. Gol balasan Riky Kayame di penghujung babak kedua tak mampu menyelamatkan Arema dari kalah telak di kandang PSM dengan skor 2-6.