Selain Caio Ruan dan Bruno Smith, Ada 7 Pemain Brasil yang Gagal di Arema

Selain Caio Ruan dan Bruno Smith, Ada 7 Pemain Brasil yang Gagal Bersinar di Arema
Felipe Bertoldo (C) DANI KRISTIAN

Caio Ruan dan Bruno Smith terhitung sebagai pemain Brasil yang gagal bersinar di Arema. Setidaknya ada tujuh pemain yang masuk golongan tersebut.

Arema resmi mendepak Caio dan Bruno usai tersingkir di Piala Menpora 2021. Ajang pramusim itu memang menjadi pembuktian kualitas kedua pemain agar mendapatkan kontrak permanen untuk bermain di Liga 1 2021.

Sebelum ini, Arema pernah mengontrak 12 pemain asli Brasil, dan satu pemain berdarah Brasil (Timor Leste). Dari semua itu, kuartet Joao Carlos, Claudio de Jesus, Junior Lima Filho, dan Rivaldo Costa yang membawa Arema juara Divisi I Liga Pertamina 2004.

Inilah 7 Pemain Brasil yang Gagal Bersinar di Arema

1. Marcio Souza

Marcio Souza memperkuat Arema di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 sebelum hengkang ke Persib Bandung pada paruh musim. Penampilannya sebagai penyerang sejatinya tidak terlalu jelek, tetapi gagal membawa Arema berada di posisi bagus di klasemen hingga putaran pertama berakhir, meski mencetak delapan gol.

2. Fabiano Beltrame da Rosa

Fabiano Beltrame da Rosa bermain untuk Arema di QNB League 2015. Stopper kokoh itu dinilai gagal lantaran tak punya waktu lama untuk menunjukkan kualitasnya bersama Arema lantaran kompetisi dihentikan. Buktinya, dalam dua pertandingan, gawang Arema kebobolan empat gol. Namun, torehan itu tertutup dengan lesakan tiga gol yang dibuatnya ke gawang lawan.

3. Marcio Teruel

Marcio Teruel masuk pada putaran kedua ISC A 2016. Sempat menjadi motor serangan Arema sejak putaran kedua, playmaker satu ini gagal menyelesaikan kontraknya hingga akhir kompetisi. Pasalnya, Teruel mengalami cedera lutut parah di laga melawan Gresik United. Setelah memulihkan cederanya, Teruel berkali-kali dihubung-hubungkan dengan Arema.

4. Felipe Bertoldo

Felipe Bertoldo bergabung dengan Arema di bawah kepelatihan Aji Santoso jelang bergulirnya Liga 1 2017. Saat pramusim, Felipe membawa Arema menjuarai Trofeo Bhayangkara Cup 2017, dan Piala Presiden 2017. Namun, setelah paspor Timor Leste-nya dicabut gara-gara kasus yang menimpa tim nasionalnya, kontrakFelipe dibatalkan. Pasalnya, Arema menyiapkannya mengisi slot pemain asing Asia, sedangkan slot non-Asia sudah terpenuhi semua.

5. Rodrigo Ost dos Santos

Rodrigo Ost datang ke Arema di tengah persiapan menyambut Liga 1 2018. Namun, pemain berposisi sebagai gelandang serang itu gagal memperkuat Arema di kompetisi. Kasusnya mirip dengan Felipe, tetapi kali ini alasannya batal dikontrak karena Rodrigo tak lolos verifikasi. Klub terakhir yang diperkuatnya bermain di divisi bawah, di mana untuk negara Brasil minimal si pemain berlaga di Serie B (kasta kedua).

6. Thiago Furtuoso

Thiago Furtuoso memperkuat Arema di Liga 1 2018, tetapi cuma putaran pertama saja. Arema melepasnya di paruh musim meski sepanjang putaran pertama lima gol dilesakkannya ke gawang lawan. Thiago dinilai sebagai penyerang yang bermasalah dengan cedera lututnya. Riskan bagi Arema melanjutkan kontraknya karena jika main dalam satu laga, Thiago harus absen minimal dua laga setelahnya.

7. Robert Lima Gladiator

Robert Lima Gladiator datang ke Arema di waktu persiapan jelang Liga 1 2019. Bermodalkan badan yang kekar, Gladiator sempat tampil di beberapa laga Arema di lanjutan Piala Indonesia 2018 dan Piala Presiden 2019. Meski masuk tim juara Piala Presiden 2019, Gladiator tetap tak mendapatkan kontrak untuk kompetisi.