Ketika Noh Alam Shah dan Zulkifli Syukur Menangis di Stadion Kanjuruhan

Ketika Noh Alam Shah dan Zulkifli Syukur Menangis di Stadion Kanjuruhan
Along dan Zulkifli (C) WEAREMANIA

Arema mampu mengalahkan Persib Bandung 2-1 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 (25/4/2012). Namun, yang menarik dari laga ini bukanlah dua gol Herman Dzumafo dan Arif Ariyanto yang cuma bisa dibalas satu gol oleh Tony Sucipto, melainkan Noh Alam Shah dan Zulkifli Syukur yang menangis di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

Sebelum kick off pertandingan, kehadiran Along, sapaan akrab Noh Alam Shah, dan Zulkifli mendapatkan sambutan caci maki dari Aremania yang memadati tribune. Chant hujatan itu mereka tujukan untuk keduanya sebagai bentuk tekanan mental.

Tanpa diduga, tekanan mental itu tidak dibalas dengan emosi oleh kedua mantan pemain Arema itu. Mereka cuma melambaikan tangan kepada Aremania pada saat sesi pemanasan sebelum pertandingan.

Baik Along maupun Zulkifli sama-sama tergabung dalam skuad yang turut mengantarkan Arema menjuarai ISL 2009-2010, hingga menempati posisi runner-up di ISL 2010-2011. Jika saat juara itu musim pertama Along, Zulkifli sudah memperkuat Arema sejak ISL 2008-2009.

Noh Alam Shah dan Zulkifli Syukur Menangis di Akhir Laga

Noh Alam Shah dan Zulkifli menitikkan air mata di akhir laga. Bukan karena kekalahan Persib Bandung 1-2 dari Arema, melainkan terharu karena Aremania.

Jelang laga berakhir, chant hujatan yang dialamatkan para pendukung Arema itu untuk keduanya berganti dengan chant ucapan terimakasih. “Terimakasih, terimakasih, Noh Alam Shah. Atas Jasamu, atas jasamu, juara liga,”

Usai laga, kedua pemain tidak langsung menuju ruang ganti, melainkan berjalan menghampiri Aremania di tribune timur (bawah papan skor), diiringi tepukan tangan. Bahkan, ada sejumlah Aremania yang berusaha merangsek turun dari tribune ke pinggir lapangan untuk sekadar memeluk Along dan Zulkifli yang tak tahan menitikkan air matanya.