Wednesday, July 1, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Tjhwa Siong Pik, Perwira Artileri KNIL Asal Malang

Ongis Mbois by Ongis Mbois
25 October 2024
in Sejarah
0 0
0
Orang Tiongkok di pasukan KNIL (C) TIRTO

Orang Tiongkok di pasukan KNIL (C) TIRTO

Tanggal 4 Desember biasa diperingati sebagai Hari Artileri. Ternyata dari Malang sempat muncul seorang perwira KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger) yang merupakan perwira artileri dari kalangan pribumi bernama Tjhwa Siong Pik.

Dalam strategi perang, pasukan artileri biasanya tidak ikut maju ke garis terdepan. Mereka akan berada di garis pertahanan, karena bersenjatakan meriam, roket, dan senjata peluncur lainnya. Sebelum adanya persenjataan modern itu, pasukan artileri menggunakan senjata busur dan anak panah.

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

ADVERTISEMENT

Para perwira KNIL, baik perwira infanteri, kavaleri, maupun artileri lahir dari pendidikan militer Koninklijke Militaire Academie (KMA) Breda. Selain Akademi Militer yang ada di Belanda itu, Kerajaan Belanda pun punya KMA di Bandung yang lahir sebagai Akmil alternatif ketika Belanda diduduki Jerman pada tahun 1940.

Tjhwa merupakan satu dari sekian perwira yang lulus dari KMA Bandung. Pada saat itu KMA Bandung mampu menampung 200 calon perwira, sedangkan perwira dari kalangan pribumi cuma ada 21 orang pilihan, termasuk Tjhwa yang seorang keturunan Tionghoa.

Sebelumnya, mereka terlebih dahulu mengikuti pendidikan CORO (Corps Opleiding Reserve Officeren – Korps Pendidikan Perwira Cadangan KNIL). Mereka yang cakap bisa melanjutkan ke KMA, sedangkan yang tidak lolos seleksi ini cukup jadi bintara atau pembantu Letnan.

21 Perwira yang lolos seleksi masuk KMA akhirnya dibagi menjadi dua angkatan. Ada 11 orang dalam angkatan pertama yang masuk awal tahun 1941 dan sempat menjalani wisuda. Sementara, 10 orang angkatan kedua masuk pertengahan 1941, tetapi tak sempat diwisuda, termasuk Tjhwa.

Memang, tak semua alumni KMA Bandung dari kalangan pribumi masuk menjadi anggota TNI ketika awal pembentukan. Ada pula yang bernasib malang seperti Tjhwa yang tewas terbunuh di kota asalnya, Malang

Siapakah Tjhwa Siong Pik?

Perwira TNI, Alex Kawilarang yang merupakan teman satu angkatan di KMA Bandung pernah mengisahkan nama Tjhwa Siong Pik dalam memoarnya yang disusun Ramadhan K.H., AE Kawilarang: Untuk Sang Merah Putih (1988: 5).

Tjhwa adalah contoh unik di pasukan KNIL karena tak banyak orang Tionghoa yang bisa diterima di kemiliteran Hindia Belanda kala itu. KMA Bandung cuma menerima pribumi yang punya ijazah AMS atau HBS, sekolah khusus anak-anak ningrat. De Indische Courant (12/6/1939) memberitakan Tjhwa dinyatakan lulus HBS pada 1939.

Namun, Tjhwa punya ijazah itu, sehingga bisa mendaftar di KMA Bandung bersama 11 pemuda lainnya. Ketika itu, cuma lima orang saja yang diterima KMA Bandung, dan Tjhwa berada di antara mereka.

Dikisahkan Alex, ketika pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1942, Batalion Depot KNIL Bandung sudah berubah menjadi tawanan perang. Pada 22 April 1942, ada rencana dari militer fasis Jepang untuk menggunduli para tawanan perang untuk memberikan tanda khusus pada mereka.

Alex yang paling senior di antara para perwira KNIL alumni KMA Bandung dari kalangan pribumi mengajak para juniornya melarikan diri pada 21 April malam. Alex membagi mereka menjadi tiga kelompok, ada Suprio bersama Mokoginta, Kadir bersama Suprapto, dan Alex bersama Rachmat Suryo dan Tjhwa Siong Pik.

Dilansir dari Tirto, per lima menit mereka bergerak ke luar tanpa seragam serdadu KNIL dalam guyuran hujan lebat menembus pagar kawat berduri. Mereka berada di luar kamp setelah lewat tengah malam. Dengan hati-hati mereka merayap di selokan untuk menghindari serdadu Jepang yang belum tahu jika tawanannya kabur.

Alex berencana pulang ke rumahnya di Bandung dulu selama dua jam, lalu bertemu lagi dengan Suryo dan Tjhwa di rumah bibi Suryo. Keesokan harinya Alex dan Tjhwa pergi ke Batavia (Jakarta). Mereka pergi berdua saja karena Suryo ogah ke Jakarta lantaran banyak yang mengenalinya.

Paginya, Alex bersama Tjhwa ke Jakarta. Keduanya lantas berpisah. Alex menyebutkan, Tjhwa pergi ke Malang, kota asalnya. Mereka pun akhirnya mencari hidup masing-masing di zaman penjajahan Jepang.

Dalam memoar yang sama, Alex menceritakan dirinya mendapatkan kabar bahwa Tjhwa tertangkap oleh Polisi Militer Jepang, Kempetai di Kota Malang pada tahun 1945. Rekannya itu ditembak mati di sana. Pada zaman Jepang, orang etnis Tionghoa juga hidup sulit, karena sering dipersekusi atau dibunuh Jepang.

Pada tahun 1947, koran Het Dagblad (26/4/1947) memberitakan bahwa keberadaan Tjwa dicari oleh keluarga setelah dua tahun menghilang. Berita orang hilang itu dibuat oleh Kwee Swan Nio atau Hoo Nga Tjoe. Namun, Tjhwa sudah abadi di alam sana.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: Hari ArtileriKNILTjhwa Siong Pik
ShareTweetSend
Previous Post

Menelusuri Keberadaan Ching Nan Jinja di Malang

Next Post

Relief Mahabharata di Candi Jago

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

No Content Available

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.