Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Kisah Penanganan Wabah Pes yang Mirip dengan Covid-19 di Malang

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
2 January 2021
in Sejarah
0 0
0

Pes adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis, yang mulanya menginfeksi hewan pengerat seperti tikus. Pada tahun 1910 sampai 1919, wabah ini menyerang wilayah Malang dan Jawa Timur melalui kegiatan impor beras. Penyakit mematikan ini bahkan telah menyebabkan seperempat penduduk Eropa meninggal pada masanya.

Upaya Pencegahan Wabah Pes

Penyakit yang mudah menulari manusia lain melalui droplet ini menyebabkan dokter Belanda was-was dan takut. Namun tidak dengan dr. Sutomo dan dr. Sudirman, dokter pribumi yang akhirnya turun tangan langsung mengobati penduduk.

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

ADVERTISEMENT

Mulanya, untuk mengurangi penyebaran penyakit ini dilakukan lockdown wilayah Malang. Yakni dengan menutup akses keluar-masuk Malang via kereta api dan jalan raya dalam jangka waktu yang panjang. Setidaknya sampai 31 Maret 1911.

Sama seperti pencegahan Covid-19 yang melakukan desinfeksi secara berkala, penanganan pes dilakukan dengan cara mengasap rumah-rumah warga menggunakan sulfur dan belerang selama 4 hari. Meski begitu, salah satu desa bernama Banjak tidak mempan akan pengasapan. Demi mencegah penyebaran pes yang semakin meluas, maka desa ini akhirnya dibakar secara keseluruhan.

Pemerintah Belanda menyediakan barak-barak bagi warga yang rumahnya sedang disterilkan. Di wilayah Sengguruh terdapat 82 barak, lalu 23 barak di setiap perkampungan wilayah Turen, 675 wilayah Karanglo, serta dibangun 679 barak di 16 perkampungan baru wilayah Penanggungan. Pada masa itu, penduduk Malang terpaksa tinggal di barak, sementara orang-orang Eropa menolaknya. Maka tak heran jika tidak ada satu pun orang Eropa yang terinfeksi penyakit pes ini sampai tahun 1911.

Di tahun yang sama, diadakan pemberian vaksin pada 65.720 penduduk Malang dengan harapan mengurangi resiko penularan wabah pes. Kegiatan ini dilaksanakan setidaknya selama 7 bulan. Sayangnya, di tahun 1912, program vaksin ini tidak membuahkan hasil. Banyak korban yang terus berjatuhan hingga 1915, sehingga pemerintah Belanda kemudian membentuk Dinas khusus Pemberantasan Pes yaitu Dienst der Pesbestrijding.

Udara Malang yang dingin dan lembab membuat penyebaran pes semakin cepat. Maka salah satu kebijakan dari Dinas yang baru dibentuk ini adalah membangun barak-barak dan menata kembali pemukiman penduduk. Sampai awal 1916, Sultan Hamengkubuwono datang berkunjung ke Malang dan memberikan bantuan untuk warga membangun rumah dan pemukiman yang lebih baik. Wabah pes masih tersisa hingga tahun 1919, namun dengan jumlah yang semakin berkurang.

 

Baca juga: Zona Hitam Covid-19 dan Kode Warna Lainnya

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: Covid 19 Malangpandemiwabah pes
ShareTweetSend
Previous Post

Loket 5 Stasiun di Malang Tak Melayani Pembelian Tiket

Next Post

Patung Hamid Rusdi, Ikon Taman Simpang Balapan Malang

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

https://www.google.com/url?sa=i&url=https%3A%2F%2Fwww.dream.co.id%2Fyour-story%2Fkata-ucapan-selamat-idul-fitri-2020-terbaru-meski-di-tengah-pandemi-corona-2005127.html&psig=AOvVaw0OjuckKnmWLH9tNwMIAy_N&ust=1590306467411000&source=images&cd=vfe&ved=0CAMQjB1qFwoTCIi-upi_yekCFQAAAAAdAAAAABAQ
Berita Terbaru

5 Momen Yang Melengkapi Perayaan Idul Fitri

12 April 2024
Berita Terbaru

Dampak Pandemi yang semakin Melandai, Produsen Dupa kembali Membaik

27 May 2022
Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay
Berita Terbaru

Mutasi Corona B117 Masuk Indonesia, Berikut Informasinya!

2 March 2021
Gambar oleh Ahmad Ardity dari Pixabay.
Berita Terbaru

Populer! Terapi Donor Plasma Konvalesen Obati Covid-19

23 January 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.