Saturday, July 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Jenjang Sekolah Masa Pemerintahan Belanda

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
26 March 2022
in Sejarah
0 0
0
sekolah belanda

Pernahkah Anda berpikir bagaimana sistem pendidikan atau jalur sekolah saat pmerintahan Belanda? Konon, pada masa ini, sekolah yang berjalan tergolong rasis. Pasalnya, mereka membedakan murid berdasarkan keturunannya. Contoh praktik rasis ini ada pada tingkah sekolah paling dasar yang terbagi menjadi dua, HIS (Hollandsche Inlandsche School) dan ELS (Europesche Lager School).

Kedua sekolah tersebut memiliki jalur yang berbeda. Bagi anak-anak pribumi atau dengan orang tua yang bergaji 100 gulden sebulan, maka bisa bersekolah di HIS. Sedangkan anak pribumi priyayi atau anak pembesar dan pejabat bisa bersekolah di ELS. Sedikit gambaran, HIS termasuk sekolah yang “biasa”. Berbeda dengan ELS, sekolah yang peruntukannya bagi keturunan Belanda dan warga kulit putih lainnya.

ArtikelTerkait

Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Malang, Berdiri Sejak 1905

Sejarah SMA Negeri 1 Malang, Berawal dari Sekolah Liar hingga Jadi SMA Favorit di Kota Malang

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

ADVERTISEMENT

Sekolah Malang

Kota Malang yang menjadi kota sendiri pada tahun 1914 awalnya punya tiga sekolah ELS dan tiga sekolah HIS, kemudian bertambah banyak seiring dengan perkembangan pesat Kota Malang.

Dua jenis sekolah ini menggunakan bahasa pengantar Belanda. Mereka sama-sama belajar selama tujuh tahun. Meskipun menggunakan bahasa Belanda sebagai pengantar, pemerintah Hindia Belanda tidak mewajibkan warganya bisa menggunakan bahasa tersebut.

Menjadi murid HIS, siswa akan bertemu dengan anak-anak Indonesia. Tetapi jika sekolah di ELS, jika itu adalah anak Indonesia, maka dipastikan akan menjadi minoritas. Bukan tanpa alasan, sebab pada saat itu tidak banyak golongan priyanyi ataupun anak pembesar jika berbanding dengan anak keturunan Belanda atau warga Eropa lain.

HIS, ELS dan Minoritas

Sebagai minoritas, anak-anak Indonesia yang ‘beruntung’ bisa bersekolah ELS harus patuh dan hormat kepada orang Belanda meskipun mendapatkan perlakukan yang terkadang tidak mengenakan. Pada masa itu, warga pribumi mendapatkan sebutan inlander, sebuah strata sosial yang tergolong rendah.

Perlakuan-perlakuan tersebut tak jauh berbeda antara dalam sekolah atau luar sekolah. Warga pribumi tidak bebas menikmati hiburan pada gedung societeit (sekarang Sarinah) yang menjadi tempat hiburan seperti dansa, bilyard dan lain sebagainya. Termasuk pula beberapa Bioskop Malang yang tidak bebas untuk sembarang orang.

Selanjutnya, lulusan HIS langsung melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) atau setingkat dengan SMP sekarang. Dari MULO selama tiga tahun belajar untuk kemudian berlanjut ke Algemeene Middelbare School (AMS) alias SMA selama tiga tahun. Setelah itu baru bisa kuliah.

Di sisi lain, lulusan ELS kebanyakan langsung masuk sekolah HBS (Hoogere Burger School), agak berbeda dengan MULO, HBS ini menggunakan sistem pendidikan selama lima tahun seperti tingkat SMP dan SMAnya sudah menjadi satu paket. Sehingga jika anak pribumi melakukan sekolah selama 13 tahun sampai dia kuliah, maka anak-anak Belanda sekolah dengan durasi 12 tahun saja.

Sekolah Belanda: AMS dan HBS

Malang sendiri baru memiliki AMS dan HBS pada tahun 1927, kemudian juga ada sekolah kejuruan dengan nama Ambachtleergang yang baru buka pada tahun 1929.

Bangunan Sekolah AMS dan HBS

Sistem pendidikan tersebut tentunya ada maksud, karena untuk anak pribumi yang mulai masuk dunia kerja, mereka akan tertinggal satu tahun. Termasuk sekolah lanjutan seperti militer yang punya usia maksimal untuk masuk. Tidak jarang, beberapa pahlawan Indonesia sempat memudakan usianya agar mudah mendaftar sekolah lanjutan.

Jenjang Kuliah

Untuk kuliah, hanya ada Universitas di Belanda saja. Sementara saat itu Indonesia hanya ada sekolah tinggi seperti School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) yang terkenal sebagai Sekolah Dokter dan lain sebagainya.

Sementara jika tidak kuliah, sudah banyak sekali perusahaan Belanda yang menerima atau membuka lowongan pekerjaan. Jangankan HBS atau AMS, yang lulusan MULO atau ELS dan HIS juga sudah bisa bekerja dalam kantor, bukan pekerja kasar. Hal ini terjadi karena pada masa itu tidak banyak orang Indonesia yang melek pendidikan.

Catatan:

Jalur-jalur sekolah tersebut adalah jalur umum yang ada dalam masyarakat. Saat pemerintahan Belanda, ada pula beberapa sekolah yang bukan HIS atau ELS. Sekolah tersebut adalah Hollandsch Chinese School (HCS) untuk anak etnis Tiongkok, Volkschool (sekolah rakyat), sekolah dari organisasi Muhammadiyah, dan sebagainya. Pada sekolah ini, pada umumnya siswa belajar membaca, menulis, berhitung.

Sekolah zaman dulu masih jarang menggunakan buku sebagai alat tulis. Siswa lebih familiar dengan Sabak. Apa itu? Baca: Sabak, Alat Tulis Penting Sekolah Jadul
Tags: jalur sekolahsekolahSekolah Jaman BelandaSekolah Masa Belanda
ShareTweetSend
Previous Post

Duduk di Loteng Teppanyaki Bar Malang, Serasa Berada di Kyoto

Next Post

Ke Wisata Lembah Tumpang Jangan Lupa Mampir ke Kafe Maheswara

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Sejarah

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

29 October 2024
Destinasi

Sejarah Berdirinya SMA Tugu Malang

13 October 2024
Sejarah

Sejarah SMA Negeri 4 Malang, yang Sempat Tukar Gedung

10 February 2024
politeknik negeri malang
Sejarah

Pernah Menjadi Bagian UB! Begini Sejarah Politeknik Negeri Malang (Polinema)

9 March 2022

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.