Kelenteng Eng An Kiong berada tepat di pusat kota, tepatnya di Jalan Laksamana Martadinata, Kota Lama, Malang. Posisi Kelenteng ini berdampingan dengan Pasar Besar, salah satu destinasi wisata belanja yang terkenal di kota ini.
Kelenteng ini sendiri ternyata memiliki catatan sejarah yang begitu luar biasa karena selain menjadi salah satu Klenteng tertua di Kota Malang juga merupakan peninggalan sejarah turunan ketujuh Jendral Dinasti Ming.


Bangunan bersejarah ini memiliki daya tarik yang terlihat dari struktur bangunannya yang khas. Saat sampai di kawasan klenteng, pengunjung akan disambut dengan sebuah gapura tinggi dengan warna yang mencolok dan berbeda dari bangunan lain di sekitarnya.
Selain menjadi tempat ibadah, klenteng ini juga menjadi pusat kegiatan budaya Tionghoa yang ada di kota Malang.
Kelenteng Eng An Kiong Tertua di Malang
Jika melihat struktur bangunannya yang masih kokoh, pengunjung tidak akan menyangka jika usia bangunan ini adalah 196 tahun. Inilah yang menjadikan kawasan ini menjadi salah satu cagar budaya.
Klenteng ini kabarnya didirikan pada tahun 1835 oleh Letnan Kwee Sam Hway, keturunan ketujuh dari Jenderal di masa Dinasti Ming, Tiongkok. Struktur dan bentuk bangunan klenteng ini sekilas mirip dengan bangunan yang ada di Tiongkok, lengkap dengan pilar pilar tinggi dan ornamen khasnya.
Tempat Ibadah
Selain struktur bangunannya yang khas, tempat ini juga dikenal sebagai Klenteng Tri Dharma. Ini artinya, bisa digunakan sebagai tempat ibadah untuk 3 agama berbeda, yakni Budha, Tao, dan Konghucu.
Keberagaman budaya dan agama di klenteng ini menjadi salah satu hal unik yang menarik perhatian pengunjung yang datang. Kamu bisa melihat tiga ritual keagamaan yang berbeda di dalam satu tempat. Nama Eng An Kiong sendiri memiliki arti yang cukup dalam, yakni Istana Keselamatan Abadi.

Wayang Potehi
Wayang Potehi adalah salah satu kesenian khas dari Tiongkok yang terbuat dari kain dan digerakkan dengan menggunakan tangan. Saat datang ke Klenteng Eng An Kiong, kamu bisa melihat area yang biasa digunakan untuk melakukan pertunjukkan ini. Terasa seperti menonton pertunjukkan wayang golek!.





