Tuesday, July 21, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Destinasi

Perkembangan Alun-alun Kota Malang dalam 4 Zaman

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
15 January 2022
in Destinasi
0 0
0
Atraksi Air mancur Alun-alun Malang (Foto: Rendy Novianto)

Atraksi Air mancur Alun-alun Malang (Foto: Rendy Novianto)

Program pembangunan dari pemerintah Malang agaknya terbilang cukup sukses. Lihat saja salah satu fasilitas umum Kota Malang yakni Alun-alun Merdeka alias Alun-alun Kota Malang. Sudah ada sejak kerajaan Singhasari, kini Alun-alun ini menjadi jujukan tempat berwisata atau sekedar bersantai bersama keluarga.

Dalam sejarahnya, keberadaan Alun-alun Malang ini memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Malang. Jika menarik kembali perkembangan tempat ini, kita dapat membaginya dalam empat periode: kerajaan, penjajahan, sebelum revitalisasi dan setelah revitalisasi.

ArtikelTerkait

Museum Mega Science dan Budaya di Kota Batu Segera Dibuka, Hadirkan AI hingga Dunia Astronaut

Malang Skyland Manfaatkan Media Sosial dengan Baik

Mbah Honggo, Guru Spiritual Bupati Malang yang Berdarah Majapahit

Relief Mahabharata di Candi Jago

ADVERTISEMENT

Alun-alun Malang Zaman Kerajaan

Tempat ini nyatanya sudah ada dari zaman kerajaan, lebih tepatnya pada saat berjayanya kerajaan Singhasari. Keberadaan Alun-alun tidak hanya menjadi tanah lapang biasa, namun menjadi sebuah halaman ibukota negara Kadipaten. Tempat ini pun menjadi sakral karena masyarakat yakin bahwa Alun-alun ini menggambarkan hubungan simbolisasi raja (yang dianggap keturunan Dewa) dan masyarakat yang “menyembahnya”.

Selain itu, nilai spiritualitas juga tergabar dari adanya bangunan masjid dalam area Alun-alun. Adanya tempat beribadah ini tentu menjadi bukti keyakinan masyarakat Jawa bahwa mereka ingin hidup seimbang, antara kehidupan materil dan spiritual.

Alun-alun kota Malang Tempoe Doeloe

Zaman Penjajahan

Kemudian pada masa penjajahan, tempat ini berperan tak kalah penting dari sebelumnya. Setelah kalahnya pasukan Suropati di Pasuruan pada tahun 1707, kota Malang menjadi kota administrasi yang sebelumnya menjadi kota agraris. Sekitar alun-alun terjadi pembangunan yang pesat, sehingga ada gereja, kantor bank, rumah-rumah pejabat daerah dan pemukiman lainnya.

Zaman Modern Sebelum Revitalisasi

Setelah zaman penjajahan, Malang mulai memasuki periode odern, yakni Alun-alun Malang sebelun revitalisasi. Saat ini, tempat ini sudah berfungsi sebagai tempat rekreasi dan hiburan yang murah meriah. Dahulu, topeng monyet menjadi daya tarik utama alun-alun ini. Sayangnya, selain ramai oleh pengunjung, Pedagang Kaki Lima (PKL) ikut memenuhi tempat ini. Hal ini menyebabkan kurangnya rasa nyaman saat berkunjung atau bersantai.

Wajah Alun-alun kota Malang sebelum revitalisasi, banyak sekali PKL. via dputra.com

Setelah Revitalisasi

Beberapa tahun keudian, Alun-alun Malang kembali mengalami pembangunan. Tempat ini kini menjadi tempat yang nyaman karena PKL tidak boleh lagi berjualan dalam Alun-alun. Tak hanya itu, fasilitasnya semakin memanjakan pengunjung yang datang sendirian maupun bersama keluarga.

Terdapat sebuah playground untuk anak-anak bermain secara gratis. Orang tua yang ingin duduk-duduk bersantai pun dapat memanfaatkan kursi taman yang telah berjejer sedemikian rupa. Selain itu, terdapat atraksi air mancur yang beraksi saat waktu-waktu tertentu. Jika Anda salah satu orang penyayang binatang, tempat ini juga menawarkan sensasi memberi makan burung dara atau merpati. Beberapa sudutnya pun menarik untuk digunakan sebagai latar belakang berfoto.

Menarik sekali, ya!

Wajah baru dari Alun-alun kota Malang, photo by rezaiqbal.

Penasaran dengan wajah Alun-alun Malang tempo doeloe? Cek artikel ini: Potret Alun-alun Malang Tahun 1980-an

Tags: alun-alun malangAsal UsulCerita Tentang Alun-alun Kota Malang
ShareTweetSend
Previous Post

The 101 Malang OJ, Hotel Bintang Empat dengan Fasilitas Lengkap

Next Post

Cara Mencari Hari Baik untuk Pernikahan Berdasarkan Budaya Jawa

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Destinasi

Roro Sloro Ireng dan Asal Usul Sumberayu

25 January 2024
Info Penting

Jalan Majapahit, Penghubung Dua Alun-alun di Kota Malang

30 May 2022
Desa Pakis, Malang
Sejarah

Bukan Nama Tumbuhan! Sejarah Desa Pakis Bermula Dari Pak Kis

16 January 2022
Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap V (Bouwplan V)
Berita Terbaru

Selama Libur Nataru, 86 Taman di Kota Malang Ditutup

22 December 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.