Sudah menjadi cerita yang melegenda bahwa Pohon Dewandaru atau Cerme Londo Gunung Kawi adalah pohon sakral yang menjadi perantara kekayaan. Tak heran, banyak orang percaya dan berebut bagian Pohon Dewandaru yang terjatuh dengan harapan mendapat keberuntungan.
Nama Dewandaru sering muncul pada kisah pewayangan maupun cerita Jawa Kuno. Merujuk pada arti secara harfiah, Dewandaru berarti pembawa wahyu dewa.
Jika berkunjung ke Gunung Kawi, Anda bisa menemukan Pohon Dewandaru pada komplek makam Kyai Imam Sudjono dan Raden Mas Zakaria II. Pohon yang sudah ada sejak tahun 1871 ini tumbuh menjulang tinggi dan kini berbatas pagar besi setinggi 2 meter dengan lebar 0,5 meter tiap sisinya.
Setiap bulan September, Pohon Dewandaru Gunung Kawi ini akan berbuah. Saat itu lah banyak orang berlomba-lomba mendapatkan “jimat” keberuntungan. Sebagian orang bahkan rela menginap dan tidur di bawah Pohon Dewandaru, demi mendapatkan ranting, daun, atau buah yang terjatuh.
Setiap bagian tersebut memiliki arti masing-masing. Jika yang terjatuh adalah daun, beberapa orang percaya akan mendapat rejeki berupa uang. Maka biasanya, daun ini disimpan dalam dompet sebagai jimat. Jika buahnya yang terjatuh, ini menandakan datangnya rejeki yang lebih besar.
Mendapatkan keajaiban semacam ini ternyata bukan hal yang mudah. Menurut kepercayaan, seseorang yang sudah berharap kejatuhan dalam 3 hari namun tidak mendapatkan apa-apa, maka ini adalah pertanda bahwa keinginannya menjadi kaya belum saatnya terkabulkan. Beberapa orang yang mengalami hal ini adalah orang yang hakikatnya sudah hidup berkecukupan, atau orang-orang yang mengharapkan kekayaan instan dari Gunung Kawi.
Benar atau tidak? Apakah Anda percaya?
Baca Juga: Ke Malang Kurang Lengkap Tanpa Pecel Kawi
Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.




