Di tengah masa pandemi seperti ini, para pebisnis UMKM harus mengubah strategi pemasarannya. Dengan demikian, bisnis UMKM masih bisa berkembang dan tetap bisa melayani masyarakat dengan baik.
Berikut adalah 5 tips bisnis UMKM untuk terus berkembang di tengah masa pandemi dilansir dari Personal Finance.
1. Manfaatkan Media Sosial sebagai Pemasaran
Manfaatkan media sosial sebagai channel utama pemasaran. Di tengah himbauan menjaga social distancing, media sosial dapat menjadi salah satu cara dalam mempromosikan produk atau usaha yang Anda miliki jika Anda belum mencobanya.
Banyak UKM di Indonesia yang saling bantu usaha satu sama lain saat ini. Contohnya, UKM tersebut mulai aktif memasarkan produk, memberikan promo, hingga minta bantuan teman untuk promosikan usaha.
2. Menjaga Cashflow Agar Tetap Terkendali
Saat ini, pemilik usaha ada yang menjadi terhambat dalam melakukan penagihan dan pembayaran kepada mitra karena biasa dilakukan manual tatap muka. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa menggunakan software akuntansi online seperti Jurnal. Software ini bisa membantu usaha Anda membuat dokumen penagihan dan pembayaran dengan mudah.
Faktur dapat dikirim atau diterima otomatis melalu e-mail sebagai pemberitahuan resmi tanpa perlu bertemu pelanggan. Fitur Jurnal Pay juga memudahkan pemilik usaha menerima pembayaran dari pelanggan. Selain itu, Jurnal Pay juga tersedia untuk pembayaran Virtual Account (bank transfer) dan Kartu Kredit dengan biaya minimal dan sekali pengaturan. Tidak hanya itu, pencatatan pembukuan terhadap pembayaran yang telah diterima akan dilakukan otomatis oleh sistem secara instan.
3. Rencanakan Ulang Pendapatan dan Pangkas Anggaran Biaya
Tinjau kembali rencana anggaran biaya, terutama di masa pandemi seperti ini. Pemilik usaha harus dapat memilah pos anggaran mana yang menjadi prioritas dan melakukan penyesuaian keuangan dan kondisi yang sedang dihadapi.
Fitur budgeting yang ada di Jurnal akan membantu pemilik usaha membuat pos anggaran pemasukan dan pengeluaran sebagai acuan saat mendata realisasi penjualan dan pengeluaran operasional. Sehingga, margin keuntungan dapat terkontrol dengan baik. Sementara melalui fitur Laporan Laba Rugi, pemilik usaha dapat menganalisa laporan pendapatan dan biaya.
4. Melakukan Monitor Transaksi Bisnis
Lakukan transaksi perbankan secara online di rumah. Melalui fitur Cash Link pada Jurnal, pemilik usaha dapat melakukan rekonsiliasi bank secara otomatis. Jurnal akan menampilkan ringkasan rekonsiliasi bank pada semua akun kas dan bank serta perubahan saldo kas dan bank yang belum dicatat.
Kemudian, ada fitur Smart Bank Reconciliation yang secara otomatis memberikan rekomendasi untuk pencocokan transaksi berdasarkan angka, tanggal, ataupun deskripsi transaksi yang sama untuk mempercepat proses rekonsiliasi.
5. Cek Stok Barang
Cek status persediaan barang secara berkala dan real time. Menggunakan fitur Inventory Jurnal, pemilik usaha tidak hanya menghitung persediaan barang, tetapi juga mengetahui harga jual beli rata-rata, dan menginformasikan ketersediaan stok saat itu juga.






Discussion about this post