Dalam pemberitaan Covid-19, sering digunakan istilah kasus impor atau imported case dan transmisi lokal. Pada dasarnya, 2 kasus tersebut termasuk dalam kategori kasus positif Covid-19 yang telah terkonfirmasi, hanya saja berbeda dalam proses penularan virusnya. Imported case dan transmisi lokal adalah dua hal yang berbeda.
Arti Imported Case
Imported Case adalah kasus positif Covid-19 yang ditularkan orang ketika ia sedang bepergian keluar negeri. Secara istilah, imported case adalah kasus yang dihasilkan dari pajanan (situasi yang menimbulkan risiko penularan) virus di luar negeri. Menurut Detik Health, imported case merujuk pada lokasi di mana semua kasus telah diperoleh di luar lokasi pelaporan. Misalnya sumber virus dari luar negeri, didapat ketika pasien tersebut jalan-jalan. Menurut WHO, imported case adalah infeksi yang bersumber dari lokasi di luar suatu wilayah, seperti luar kota atau luar negeri.
Arti Transmisi Lokal
Transmisi lokal dapat diartikan sebagai kasus infeksi yang terjadi antar masyarakat. Singkatnya, virus Covid-19 tersebar hanya dengan melibatkan masyarakat yang berada dekat dengan yang terjangkit. Menurut Joga Suara, transmisi lokal adalah penularan setempat yang terjadi dari penderita ke orang lain dalam satu wilayah. Sebuah kasus baru bisa dikatakan transmisi lokal jika penularannya dari kasus positif generasi kedua kepada generasi ketiga. Sementara, ketika ada seseorang yang menjadi carrier (pembawa) setelah datang dari luar daerah dan menularkan pada orang di dekatnya di daerah tujuan, itu berarti generasi pertama menularkan ke generasi kedua.
Menurut Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menjelaskan bahwa transmisi lokal itu jika penularan dalam relasi sosial luas. Misalnya, dari luar kota ke keluarga, lalu anggota keluarga menularkan ke rekan kerja atau teman-teman atau tetangganya. Kalau masih keluarga belum transmisi lokal.






Discussion about this post