Tuesday, July 7, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Kameswara Tirthayatra dan Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
22 July 2021
in Malangan, Sejarah
0 0
0

Prasasti Ranu Kumbolo, sebuah batu andesit di pendakian Gunung Semeru. Prasasti ini bertuliskan sebuah kalimat berbahasa Jawa Kuno (Sanskerta) yang awalnya dibaca ‘Ling dewa mpu Kameswara tirthayatra’. Seorang Professor Arkeologi, Ismail Lutfi, membeberkan tafsir baru tulisan aksara yang tertulis pada Prasasti Ranu Kumbolo ini. Melalui kanal YouTube Perkumpulan Ahli Epigrafi Indonesia, beliau menggunakan cara yang berbeda dalam membaca askaranya, menjadi ‘7441 Mpu Kameswara Tirthayatra’. Apa artinya?

Aksara Prasasti Ranu Kumbolo

Awalnya, pembacaan kalimat pada prasasti Ranu Kumbolo yakni “Ling dewa mpu kameswara tirthayatra” dan ada yang meembacanya tanpa “ling dewa”. Namun pada awal Juli 2021 lalu, Ismail Lutfi mengemukakan cara membaca baru, yang mana tulisan pada prasasti ini menjadi ‘7441 Mpu Kameswara Tirthayatra’.

ArtikelTerkait

Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Malang, Berdiri Sejak 1905

Sejarah SMA Negeri 1 Malang, Berawal dari Sekolah Liar hingga Jadi SMA Favorit di Kota Malang

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

ADVERTISEMENT

Aksara ini ditulis dengan huruf bergaya Jawa Tengah yang lazim disebut sebagai Aksara Gunung atau Buda. Aksara buda, menunjukkan masa yang kuno sekali. Secara Paleografis, aksara ini menunjukkan sebuah kebiasaan yang digunakan pada abad ke-15 dan awal 16 Masehi. Selain itu, aksara ini biasa digunakan oleh pelaku kadewaguruan dan mandala, dan bukan berasal dari kalangan kerajaan atau keraton.

Tafsir ini diperkuat dengan bukti bahwa prasasti Ranu Kumbolo ditemukan di Gunung Semeru, sebuah tempat tinggal yang jauh dari pusat pemerintahan, cocok dengan lelaku kadewaguruan. Maka hal ini mendukung cara membaca aksara prasasti yang bahwa awal kalimatnya ditulis menggunakan angka yang satuannya ditulis terlebih dahulu. Jika dalam Prasasti tertulis angka 7441, maka jika dibalik menjadi 1447 Saka atau sekitar 1525 Masehi.

Mpu Kameswara

Awalnya, beberapa sejarawan berpendapat bahwa kata ‘Mpu Kameswara’ dalam prasasti ini merujuk pada Raja Kediri. Namun ‘Mpu’ tidak biasa digunakan untuk merujuk raja yang biasanya menggunakan gelar sri atau maha raja. Mpu Kameswara sering muncul pada prasasti di masa Kadiri maupun Majapahit sebagai pembesar atau pejabat pada masa itu. Maka Mpu Kameswara kemudian diartikan sebagai rohaniawan, seseorang yang melakukan perjalanan suci dalam rangka menuju kesempurnaan hidup sesuai dengan ajarannya.

Tirthayatra

Kata tirthayatra berasal dari kata tirtha dan yatra. Titha merupakan air sakral, berbeda dengan banyu yang berarti air biasa. Yatra berarti perjalanan spiritual. Sehingga tirthayatra berarti sebuah perjalanan spiritual menuju air yang sakral. Air yang sakral dalam prasasti ini merujuk pada Ranu Kumbolo, sebuah danau air tawar yang berlokasi di kaki gunung Semeru, yaitu di Lumajang, Jawa Timur. Danau ini berada tepat di belakang prasasti.

prasasti ranu kumbolo
Foto Instagram @yosuapelamonia

Tafsir Baru Prasasti Ranu Kumbolo

Menurut Ismail Lutfi, ritual Tirthayatra kemungkinan memiliki syarat untuk menyebrangi sebuah tempat air, baik danau, sungai, atau samudra sebagai syarat menuju kesempurnaan hidup. Namun hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Maka dengan tafsir baru, Aksara dalam Prasasti Ranu Kumbolo menceritakan Mpu Kameswara yang melakukan suatu ritual bernama tirthayatra pada tahun Saka 1447. Ritual ini merupakan salah satu rangkaian langkah hidup wanaprastha untuk bisa memasuki tahap akhir kesempurnaan yang disebut dengan sanyasin atau biksuka.

Dalam konteks ini, keberadaan prasasti yang dekat dengan Ranu Kumbolo sebagai unsur air (tirtha) dalam ritual tirthayatra. Jika diartikan lebih lanjut, ritual tirthayatra adalah sebuah ritual penyucian diri dengan “menyebrang” ke tempat lain.

 

Baca juga: Pendidikan Jawa Kuno, Kadewaguruan

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas kami.

Tags: arti prasastiGunung semerupendakian gunung semeruPrasasti Ranu KumboloRanu Kumbolotafsir prasastitafsir prasasti ranu kumbolotulisan prasasti
ShareTweetSend
Previous Post

PPKM Darurat Diperpanjang, Sampai Kapan?

Next Post

Beda Makna Pagebluk Dulu dan Sekarang

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Berita Terbaru

Level Status Gunung Semeru Meningkat Pasca Erupsi Minggu Pagi Tadi

4 December 2022
Berita Terbaru

Erupsi Gunung Semeru, Diwarnai Awan Panas Guguran Sejauh 7 Km

4 December 2022
Sejarah

3 Ilmuwan yang Menjadi Pendaki Pertama Gunung Semeru

17 January 2022
Berita Terbaru

Status Gunung Semeru Naik, Warga Sekitar Diimbau Waspada

18 December 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.