Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap I (Bouwplan I)

Ongis Mbois by Ongis Mbois
29 March 2021
in Sejarah
0 0
0
Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap II (Bouwplan II)

Jalan MH Thamrin, bagian dari Bouwplan I (C) JALANJALANDIKOTAMALANG

Gemeente (Pemerintah Kota) menghadapi masalah pembangunan perumahan sejak berdirinya Kota Malang pada tahun 1914. Saat saat itu, banyak permintaan akan tanah untuk perumahan warga Eropa. Latar belakang inilah yang membuat dicanangkannya Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap 1 (Bouwplan I) pada tahun 1916.

Pihak Gemeente memahami bahwa dengan cara spekulasi tanah dan pembangunan asal-asalan akan mengakibatkan perkembangan kota yang tidak berimbang. Kemungkinan terburuk nantinya bentuk kota menjadi tidak ekonomis, yakni berbentuk ramping dan memanjang ke arah utara.

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

ADVERTISEMENT

Pihak Gemeente berupaya mengendalikan pertumbuhan tersebut, agar pertumbuhan kota dapat dijaga dengan baik. Salah satu usaha yang dilakukan Gemeente dengan mendirikan perusahaan pertanahan, yang selama beberapa tahun membeli sawah-sawah yang dimiliki secara komunal yang terletak di tengah kota.

Tujuan Bouwplan I

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga spekulasi tanah dan mengendalikan pertumbuhan kota. Gemeente Malang juga mengeluarkan delapan rencana perluasan untuk mengendalikan bentuk kota pada Tahun 1917 sampai 1929. Untuk sementara, spekulasi tanah yang dikhawatirkan sebelumnya sudah dapat diatasi.

Gemeente lebih banyak meningkatkan sarana dan prasarana kotanya pada tahun 1914-1916. Misalnya, membuka penyediaan air bersih, perusahaan listrik, dan lain-lain untuk warga Kota Malang pada 1 Agustus 1915. Lalu membuka Javasche Bank pada tanggal 1 Desember 1915 yang pada waktu itu merupakan bank satu-satunya di Malang, yang berada di sebelah utara Alun-alun.

Dibuka juga sebuah hotel besar di sebelah tenggara alun-alun sebagai pengganti Hotel Jansen & Jensen yang dinamakan Palace Hotel (sekarang Hotel P) pada tahun 1915, yang membuat suasana di sekitar Alun-alun sebagai pusat Kota Malang menjadi semakin ramai.

Peran Perusahaan Pertanahan

Perusahaan pertanahan yang sudah didirikan membuat Gemeente dengan mudah mengontrol perkembangan kota. Perencanaan kota dengan kebutuhan luas tanah yang dikehendaki mudah dilaksanakan.

Dalam rapat Dewan Kota (Gemeenteraad) pada tanggal 13 April 1916, diputuskan untuk membangun perumahan bagi golongan orang Eropa di daerah antara Tjelaket dan Rampal. Langkah ini diambil untuk mengatasi perkembangan kota yang semakin menjurus ke arah utara sepanjang jalan menuju Surabaya. Rencana tersebut kemudian dikenal sebagai rencana Bouwplan I.

Pelaksanaan Bouwplan I

Rencana Pengembangan Kota Malang I (Bouwplan I) ini dilaksanakan mulai tanggal 18 Mei 1917 dengan luas areal 12.939 meter persegi. Daerah perumahan baru untuk golongan orang Eropa tersebut dinamakan sebagai Oranjebuurt (Daerah Oranye). Proses pembangunan hanya membutuhkan waktu sembilan bulan saja, karena tanggal 21 Februari 1918 daerah tersebut sudah mulai dihuni.

Daerah Oranjebuurt tersebut memakai nama-nama jalan dengan nama-nama anggota keluarga kerajaan Belanda. Seperti Wilhelmina straat (sekarang Jl. Dr Cipto), Juliana straat (sekarang Jl. RA Kartini), Emma straat (sekarang Jl. dr Sutomo), Willem straat (sekarang Jl. Diponegoro), Maurits straat (sekarang Jl. MH Thamrin), dan Sophia straat (sekarang Jl. Cokroaminoto).

Karena letaknya yang sangat strategis saat itu, daerah yang terletak antara Jalan Tjelaket dengan Jalan Rampal tersebut cepat terisi oleh perumahan orang Eropa. Disebut strtaegis karena letaknya yang dekat dengan rel kereta api yang akan memasuki Kota Malang di Jalan Stasiun (Stasiun Weg) dan Jalan poros utama Malang-Surabaya.

Efek Adanya Bouwplan I

Efek pertama Bouwplan I ini adalah mengubah batas Kota Malang. Sungai Brantas yang sebelumnya merupakan batas Kota Malang paling timur, dalam program perluasan kota ini justru menjadi bagian dari Kota Malang itu sendiri. Sungai Brantas mengalir dari arah utara menuju selatan di tengah kota, dan bukan lagi merupakan batas kota.

Ide menjadikan Sungai Brantas sebagai bagian dari lanskap Kota Malang datang dari Ir. Herman Karsten. Pada tahun 1917, ia memang masih belum secara resmi menjadi penasihat perencana Kota Malang, tapi kala itu Gemeente sudah memintanya untuk ikut membantu menyumbangkan ide-idenya. Sebab, cuma Karsten lah satu-satunya orang yang dipandang ahli dalam perencanaan kota saat itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: Bouwplan IBouwplan Kota MalangRencana Pengembangan Kota Malang
ShareTweetSend
Previous Post

Lansia di Kabupaten Malang Bisa Ikut Vaksinasi Covid-19, Syaratnya?

Next Post

Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap II (Bouwplan II)

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap VIII (Bouwplan VIII)
Sejarah

Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap VIII (Bouwplan VIII)

31 March 2021
Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap VII (Bouwplan VII)
Sejarah

Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap VII (Bouwplan VII)

30 March 2021
Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap VI (Bouwplan VI)
Sejarah

Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap VI (Bouwplan VI)

30 March 2021
Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap V (Bouwplan V)
Sejarah

Mengenal Rencana Pengembangan Kota Malang Tahap V (Bouwplan V)

30 March 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.