Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Tokoh

KH Masjkur, Panglima Laskar Sabilillah Asli Malang

Ongis Mbois by Ongis Mbois
5 November 2020
in Tokoh
0 0
0
KH Masjkur, Panglima Laskar Sabilillah Asli Malang

KH Masjkur (C) NGALAM.CO

Sejumlah tokoh penting yang layak mendapatkan gelar pahlawan terlahir di Malang. Salah satunya adalah KH Masjkur, Panglima Laskar Sabilillah yang lahir di Singosari, Kabupaten Malang.

Di masa kecilnya, Maskjur yang saat itu masih berusia 9 tahun sudah diajak orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji. Sepulangnya dari tanah suci, Maskjur kecil disekolahkan di Pondok Pesantren Bungkuk, yang dipimpin KH Thohir. Kemudian, Masjkur melanjutkan pendidikan di Pesantren Sono, Buduran, Sidoarjo.

ArtikelTerkait

Mbah Honggo, Guru Spiritual Bupati Malang yang Berdarah Majapahit

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

Jejak Kyai Tamin, Ulama Tersohor Pasar Besar Malang

Makam Mbah Bodo, Komandan Perang Mataram, yang Ada di Desa Jatiguwi

ADVERTISEMENT

Masjkur yang mulai beranjak remaja telah berkelana ke berbagai pesantren dan ulama pada masa itu. Ia pernah berguru ilmu hadist dan tafsir dari KH Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng Jombang, serta pada Kiai Kholil di Bangkalan, Madura. Selain itu, Masjkur juga sempat belajar di Madrasah Mamba’ul Ulum, Jamsaren, Solo, Pesantren Siwalan Panci, dan Pesantren Ngamplang, Garut.

Setelah menimba ilmu di berbagai pesantren itu, KH Masjkur pulang kampung ke Singosari dan akhirnya membuka pesantren yang diberi nama Misbahul Wathan pada tahun 1923. Pada tahun yang sama pula, ia menikah dengan cucu dari gurunya di pesantren Bungkuk, KH Thohir. KH Masjkur juga turut aktif pada pendirian Nahdlatul Ulama (NU) dan diangkat sebagai ketua cabang NU Kota Malang pada tahun 1932.

Saat baru aktif di NU ini, atas saran dari KH Wahab Chasbullah, KH Masjkur mengubah nama pesantrennya menjadi Nahdlatul Wathan yang berarti kebangkitan tanah air. Pada tahun 1938, ia pun diangkat sebagai salah satu Pengurus Besar NU yang berpusat di Surabaya.

Perjuangan KH Masjkur

Sebagai warga negara Indonesia, KH Masjkur pun berjuang dengan menapaki karier militer. Awalnya, pada zaman Jepang ia ditunjuk menjadi utusan Karesidenan Malang untuk mengikuti latihan kemiliteran di Bogor yang kemudian disusul dengan latihan khusus bagi ulama. Kala itu, KH Masjkur didapuk sebagai Panglima Laskar Sabilillah yang merupakan kelompok pejuang dari kalangan pesantren yang turut merebut kemerdekaan.

Dengan tujuan yang sama, pada masa itu, Laskar Sabilillah berkolaborasi dengan Laskar Hizbullah. Peranan kedua laskar ini terbilang penting dalam membantu pasukan Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saat meletus perlawanan di Surabaya pada November 1945, KH Masjkur pun turut andil dalam memimpin pasukannya. Dalam pertempuran tersebut, ia dengan gigih berjuang dan menjadi komandan dari berbagai laskar Sabilillah yang bergabung dengannya.

Menjadi Menteri Agama

Selain sebagai panglima, KH Masjkur juga sempat menjabatan sebagai Menteri Agama. Jabatan itu empat kali diembannya secara berturut-turut pada Kabinet Amir Syarifuddin (1947), Kabinet Presidenssil Moh. Hatta (1948), Kabinet VII Negara RI, Kabinet Darurat dan Komisariat PDRI (1949), Kabinet Hatta (1949) dan Kabinet Peralihan RI.

Sempat meletakkan jabatan sebagai Menteri Agama akibat sakit yang dideritanya saat gerilya, namun di dalam kabinet Ali (1953-1955), KH Masjkur kembali menjadi Menteri Agama. Uniknya, walau menjadi menteri, KH Masjkur beberapa kali tetap ikut bergerilya bersama pejuang lain.

Selain itu, KH Maskjur juga pernah menduduki berbagai posisi penting lainnya, yaitu Ketua Dewan Presidium Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, anggota Syou Sangkai (DPRD) pada masa pendudukan Jepang, anggota PPKI dan konstituate yang merumuskan dasar negara. Pada periode 1978-1983, dirinya pun sempat menjadi Wakil Ketua DPD RI.

Pahlawan asli Arek Malang ini menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 1992. Ia dimakamkan di kompleks pemakanan yang terletak di Masjid Bungkuk, Singosari Malang.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: KH MasjkurpahlawanPahlawan asal MalangPahlawan dari MalangPahlawan Malang
ShareTweetSend
Previous Post

Ingin Makan di Atas Waduk? Yuk ke Cafe Apung Rowo Klampok

Next Post

Jangan Sampai Kena Blacklist Seperti Fiersa Besari. Ini Aturan Penting saat Mendaki Gunung

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

jalan kyai tamin
Tokoh

Jejak Kyai Tamin, Ulama Tersohor Pasar Besar Malang

22 October 2024
Foto © Angga Agus
Sejarah

Mayor Damar, Pahlawan Lokal Asli Turen

31 August 2021
Sejarah

Patung Hamid Rusdi, Ikon Taman Simpang Balapan Malang

2 January 2021
Abdulrachman Saleh
Sejarah

Sosok Inspiratif Abdulrachman Saleh yang Abadi di Malang

8 December 2020

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.