Ridwan Tawainella yang Bersinar dari Bangku Cadangan

Ridwan Tawainella yang Bersinar dari Bangku Cadangan
Ridwan Tawainella (C) DANI KRISTIAN

Ridwan Tawainella tiba-tiba bersinar dari bangku cadangan saat Arema mengalahkan PS Sleman 4-0 di pekan ke-20 Liga 1 2019, Selasa (24/9/2019) di Stadion Kanjuruhan Malang. Didapuk menggantikan Dendi Santoso yang absen karena akumulasi kartu, winger kanan itu mampu bermain baik menurut pelatih Arema, Milomir Seslija.

Laga ini menjadi laga kedua bagi Ridwan setelah di pekan ke-17 diturunkan sebagai gelandang saat melawan PSIS Semarang. Kala itu, pemain asli Tulehu yang didatangkan Arema di awal musim 2018 itu hanya bermain 72 menit sebelum ditarik keluar digantikan Takafumi Akahoshi.

Sejatinya, Ridwan memang bukan pilihan utama Milo, sapaan akrab Milomir Seslija di sektor sayap. Bahkan, pemain 24 tahun itu baru duduk di bench pemain cadangan Arema di pekan ke-16 saat Arema kalah 1-2 di kandang Bali United. Namun, acungan jempol dilayangkan Milo untuk kerja keras si pemain.

“Ridwan adalah sosok pekerja keras, itu yang saya suka darinya. Mungkin di pertandingan melawan PS Sleman dia sempat tak terlihat selama beberapa menit di awal, tapi akhirnya bisa mencetak gol,” kata Milo.

Hasil Kerja Keras

Milo menyebut penampilan Ridwan Tawainella di laga melawan PS Sleman bukanlah trik sulap. Menurutnya, dibutuhkan usaha lebih untuk bisa menembus tim utama bagi setiap penggawa Singo Edan.

Ridwan mampu melesakkan satu gol di menit 38 sebelum akhirnya ditarik keluar di menit 68. Pemilik jersey bernomor punggung 16 itu pun mendapatkan applause dari Aremania sestadion saat keluar lapangan digantikan oleh Riky Kayame.

“Saya pikir di babak kedua dia bermain lebih baik. Ridwan melakukan tugasnya dengan apik, ini bukti dari hasil kerja kerasnya dalam sesi persiapan,” imbuhnya.

Sukses Gantikan Dendi Santoso?

Milo tak bisa menilai apakah Ridwan Tawainella sukses menggantikan absennya Dendi Santoso atau tidak. Yang jelas, menurutnya penampilannya bagus dalam merepotkan lini pertahanan PS Sleman.

“Dia bisa bermain di lini tengah dan sayap sama baiknya. Dia bisa berlari dengan cepat, dan percaya diri saat membawa bola. Tapi kalau disuruh menilai apakah dia sukses menggantikan Dendi, saya pikir setiap pemain punya karakteristik berbeda,” tandas pelatih asal Bosnia itu.