Dukungan Penuh Keluarga untuk Sheva Imut di Laga Arema Putri

Dukungan Penuh Keluarga untuk Sheva Imut di Laga Arema Putri
Sheva Imut dan keluarga (C) DANI KRISTIAN

Kegemilangan permainan bomber Arema Putri, Sheva Imut Furyzcha tak lepas dari dukungan penuh keluarganya. Orang tuanya hampir selalu hadir di tribune menyaksikan sang putri berlaga di babak pendahuluan Grup B Seri Pertama Liga 1 Putri.

Di pertandingan pertama saat Arema Putri kalah 0-1 dari Persipura Putri, sang Ayah, Junaidi Fuad datang menonton di tribune Stadion Brantas Kota Batu. Begitu pula saat Sheva mencetak gol pertamanya untuk Arema Putri yang membawa timnya mengalahkan PSM Putri 1-0 di Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu.

Khusus untuk laga pamungkas di Seri Pertama, saat Arema Putri melawan Bali United Putri, Sabtu (12/10/2019) pagi, bukan cuma Ayah Sheva yang hadir. Mama dan adik perempuannya juga turut datang mendukung di tribune Lapangan Kusuma Agrowisata Kota Batu.

“Cuma di pertandingan kedua melawan Persebaya Putri saja saya absen tidak menonton Sheva bermain, karena memang pertandingan digelar tanpa penonton,” kata Junaidi ditemui WEAREMANIA usai pertandingan.

Dukungan Membawa Berkah

Dukungan keluarga membawa berkah tersendiri bagi Sheva Imut Furyzcha. Alhasil, satu gol dibuatnya melalui tendangan bebas di penghujung babak pertama, yang akhirnya menjadi gol penentu kemenangan Arema Putri 1-0 atas Bali United Putri.

Dalam sesi jumpa pers, Sheva mengungkapkan gol keduanya di turnamen ini tersebut dipersembahkannya untuk Mamanya, Enry Romadhona. Sebab, sang Mama turut berjasa menjadikan Sheva pesepak bola seperti sekarang ini.

Junaidi bercerita, saat masih kecil, Sheva kerap diajaknya bermain futsal, sehingga keinginan untuk menjadi pemain sepak bola tumbuh di dirinya. Sayang, keinginan itu sempat ditentang oleh sang Ayah yang lebih mengarahkan untuk menekuni pencak silat.

“Sempat ikut pencak silat beberapa bulan, Sheva kemudian berhenti dan kembali ingin masuk Sekolah Sepak Bola (SSB). Karena saya malu, makanya Mamanya yang mendaftarkan, dia masuk SSB Surabaya Bersatu sejak kelas 2 SD sampai sekarang,” imbuhnya.

Tidak Khawatir Cedera

Selama ini, Junaidi menyarankan Sheva Imut lebih sering berlatih di SSB Surabaya Bersatu bersama teman-teman laki-lakinya. Namun demikian, pria yang bekerja sebagai wiraswasta itu mengaku tak khawatir putrinya mengalami cedera.

Menurutnya, dari kecil Sheva memang terkenal sebagai perempuan tomboy. Temannya juga lebih banyak yang laki-laki daripada teman perempuan.

Risiko cedera tentu dapat menyerang siapa pun, entah bermain sepak bola dengan laki-laki atau pun sesama perempuan. Tinggal bagaimana pintar-pintas Sheva meminimalisir risiko cedera tersebut.

“Tujuan saya menyarankan Sheva bermain sepak bola bersama laki-laki agar ketika bertemu dengan tim sesama perempuan, dia sudah satu level di atas mereka. Tentu ada risiko cedera, namanya juga sepak bola, olahraga yang keras, itu sudah biasa,” tandasnya.