Menerka Sosok Super Sub Arema di Liga 1 2021-2022

4 Pemain Muda Akademi Arema yang Bisa Menjadi Kejutan di Laga Lawan Persib
Tito Hamzah (C) AREMA OFFICIAL

Di setiap tim pasti ada sosok yang dianggap sebagai pemain super sub. Menarik untuk menerka siapa saja sosok super sub Arema di Liga 1 2021-2022 ini.

Pemain berlabel super sub biasanya kerap masuk sebagai pemain pengganti, baik di babak pertama ataupun di babak kedua. Salah satu keistimewaan pemain dengan predikat ini kerap menjadi pembeda di lapangan hijau.

Yang dimaksud pembeda di sini, para pemain pengganti itu biasanya memiliki kemampuan mengubah permainan. Saat tim menemui jalan buntu, mereka ini yang bisa menjadi solusi pelatih.

Lantas, Siapa Sajakah Sosok Super Sub Arema di Liga 1 2021-2022?

1. Dave Mustaine

Dave Mustaine tergolong gelandang langka yang tipenya jarang dimiliki Arema musim ini. Mencari gelandang dengan kemampuan bertahan ada cukup banyak di tim Arema saat ini, tetapi tidak demikian dengan stok gelandang serang. Selain bisa dipasang juga sebagai winger, sosok Dave ini memiliki senjata lain berupa tendangan jarak jauh dari luar kotak penalti.

2. Feby Eka Putra

Feby Eka Putra sejatinya layak dimainkan sebagai pemain inti, tetapi harus bersaing dengan winger-winger lain yang bisa dibilang lebih berpengalaman seperti Dedik Setiawan atau Kushedya Hari Yudo. Maka, tak ada salahnya jika pemain asal Mojokerto itu dimasukkan di tengah laga. Dengan kecepatan yang dimilikinya, diharapkan bisa mengacak-acak pertahanan lawan dari sisi sayap.

3. Ridwan Tawainella

Ridwan Tawainella punya gaya main yang mirip dengan Feby Eka, dengan tusukan-tusukan berbahayanya sambil mendrible bola ke dalam kotak penalti lawan. Dengan alasan yang sama, pemain berusia 26 tahun itu harus tersisih menjadi opsi kesekian di posisi winger. Meski demikian, tim pelatih punya opsi lain menempatkannya sebagai gelandang tengah.

4. Muhammad Rafli

Muhammad Rafli sudah menjadi super sub sejak musim pertamanya memperkuat Arema, tepatnya di Liga 1 2017 lalu. Pemain Timnas Indonesia U-23 itu kerap dimasukkan di babak kedua untuk mengubah situasi permainan. Yang menarik, pemain berusia 23 tahun itu bisa ditempatkan sebagai gelandang serang ataupun striker.

5. Kushedya Hari Yudo

Kushedya Hari Yudo memiliki kemampuang dalam mengacak-acak pertahanan lawan lewat sisi sayap kanan. Andai tim pelatih memainkan formasi tiga penyerang sekaligus, bisa jadi pemain asli Malang ini jadi starter. Jika yang dimainkan cuma dua penyerang, maka opsi terbaiknya, Yudo dijadikan senjata rahasia untuk dimainkan di babak kedua.

6. Bramntio Ramadhan

Bramntio Ramadhan merupakan debutan Arema musim ini yang dinaikkan dari Akademi Arema. Pemain kelahiran Probolinggo itu disebut-sebut memiliki tipe permainan yang mirip sekali dengan Dendi Santoso. Nah, andai di tengah laga ada masalah dengan Dendi, tak ada salahnya memasukkan Bram, sapaan akrab si pemain sebagai pengganti.

7. Hamzah Titofani

Hamzah Titofani sudah membuktikan kapasitasnya sebagai super sub di beberapa laga uji coba pramusim. Bahkan, dua gol sempat dilesakkan pemilik jersey bernomor punggung 13 itu. Posturnya yang tak begitu tinggi membuatnya lebih cocok dipasang sebagai penyerang sayap, karena memiliki gerakan yang lincah, juga pandai memposisikan diri dalam menerima bola.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.