Tiga Pemain Warisan Robert Alberts di Skuad Arema Musim Ini

Tiga Pemain Warisan Robert Alberts di Skuad Arema Musim Ini
Robert Alberts

Robert Alberts yang genap berusia 65 tahun, Kamis (14/11/2019) itu pernah punya generasi emas kala membawa Arema menjuarai Indonesia Super League (ISL) 2009-2010. Sepuluh tahun berlalu, ternyata ada tiga pemain warisan pelatih asal Belanda itu yang sampai saat ini masih bertahan di skuad Singo Edan di Liga 1 2019.

Mengarungi ISL 2009-2010, Robert Alberts bermodal 27 pemain saja, dan tak banyak nama pemain bintang. Untuk sektor pemain asing, Arema hanya mengontrak veteran Timnas Kamerun di Piala Dunia Pierre Njanka, dan duo Timnas Singapura Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan. Satu pemain lagi dari Gabon yaitu Landry Poulangoye yang digantikan Esteban Guillen di paruh musim.

Saat itu, Robert Alberts mampu membawa Arema finish di puncak klasemen dengan koleksi 73 poin terpaut enam angka dengan Persipura Jayapura di posisi runner-up. Dalam 34 laga, skuad Singo Edan mampu memenangkan 23 laga, empat kali imbang, dan hanya kalah tujuh kali.

Sembilan kemenangan tandang menjadi bukti nyata kekuatan Arema di bawah komando Robert Alberts saat itu. Produktivitas 57 gol yang mereka bukukan boleh saja lebih sedikit lima gol dari punya Persipura, namun catatan cuma kebobolan 22 gol dalam semusim menjadi yang terbaik di antara 18 kontestan ISL 2009-2010.

Berikut tiga pemain warisan Robert Alberts di skuad Arema di Liga 1 2019

1. Dendi Santoso

Mentas dari Akademi Arema di musim sebelumnya, Dendi Santoso menjadi pemain andalan Robert di ISL 2009-2010. Saat itu posisinya masih sering dipasang sebagai second striker, bukan winger seperti saat ini.

Dendi membukukan 19 caps dalam 631 menit, tiga kali di antaranya sebagai starter, dan 16 kali sebagai pemain pengganti. Dua gol dilesakkannya untuk Arema ke gawang Persiba Balikpapan dan Persitara Jakarta Utara.

Bertahan di Arema tanpa berpindah klub, Dendi mencatatkan penampilan yang stabil. Musim ini saja, pemain asli Malang itu sudah tampil 22 kali (dalam 1929 menit), dan mengemas tiga gol.

2. Johan Farizi

Johan Farizi dinaikkelaskan Robert dari tim junior ke Arema senior di ISL 2009-2010. Namun, namanya di posisi bek sayap kiri masih kalah dengan pemain senior seperti Waluyo dan Hermawan.

Pemain asal Sumberpucung, Kabupaten Malang ini mencatatkan lima caps (dalam 349 menit), empat di antaranya sebagai starter dan satu kali sebagai pemain pengganti. Dalam 34 laga lebih sering dihabiskannya duduk di bench pemain cadangan sebanyak 13 kali.

Sempat dipinjamkan ke Persija Jakarta di paruh musim ISL 2012-2013 oleh pelatih Rahmad Darmawan, Farizi kembali ke Arema dengan jaminan satu tempat inti di posisinya. Musim ini, pemain yang akrab disapa Jhon itu sudah bermain 16 kali (dalam 1113 menit) lantaran kerap dibekap cedera tumit.

3. Sunarto

Mentas dari tim junior bersama Johan Farizi, Robert juga menjadi sosok penting dalam karier Sunarto. Meski bukan andalan utama di lini depan, namun sepanjang ISL 2009-2010, penyerang yang dijuluki The Joker itu mampu memenuhi ekspektasi si pelatih.

Sunarto mencatatkan 13 caps (dalam 524 menit), enam di antaranya sebagai starter, dan tujuh lainnya sebagai pemain pengganti. Empat gol dibuatnya ke gawang Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Persija Jakarta dan Persijap Jepara.

Sempat dipinjamkan ke Persiba Balikpapan (mengemas empat gol dalam delapan laga) dan ke Persis Solo di musim 2017, Sunarto kembali ke Arema di paruh musim Liga 1 2018. Musim ini pemilik jersey bernomor punggung 15 itu baru bermain lima kali (dalam 179 menit), dan melesakkan satu gol ke gawang Perseru Badak Lampung.