Ada begitu banyak destinasi wisata bersejarah peninggalan bangunan masa kerajaan kuno. Selain karena menarik, rupanya bangunan kuno bersejarah ini juga memiliki sejarah yang unik. Salah satu dari situs yang unik dan menarik ini adalah Petirtaan Ngawonggo.
Situs Petirtaan Ngawonggo terletak pada wilayah Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.
Merupakan aset situs purbakala peninggalan Kerajaan Medhang Kamulan. Yaitu masa keemasan Mpu Sindok yang berdiri sejak tahun 944 Masehi sebelum adanya Kerajaan Majapahit. Situs ini adalah berupa bangunan pemandian yang sempat tersebutkan dalam Prasasti Wurandungan. Penggalian situs bersejarah ini muai pada tahun 2017. Pemandian ini menguak misteri dari kata “Sang Hyang Kaswangga” yang merupakan salah satu gugusan kahyangan dalam Prasasti Wurandungan. Kata “Kaswangga” diyakini merupakan akar dari nama Desa Ngawonggo.
Sebagai situs petirtaan kuno, tempat ini merupakan sarana pemandian suci yang harus singgahi sebelum melakukan ritual keagamaan. Konon, pemandian ini adalah mandala padewaguruan, yang merupakan sarana pendidikan yang mana para muridnya mencari kesaktian akan belajar dari dewa guru yang sakti. Oleh karena itu, perempuan yang sedang haid/berhalangan atau hamil terlarang untuk mendatangi pemandian suci ini.
Menurut kuncen situs Petirtaan Ngawonggo Rahmat Yasin, dalam situs petirtaan Ngawonggo terdapat Sembilan pahatan arca dan tulisan aksara jawa yang terbuat dari tanah padas yang kian terkikis. Namun, Sebagian arca yang masih terlihat jelas bentuknya seperti arca Ganesha, Dewa Wisnu, dan Siwa. Lokasi pemandiannya sendiri terbagi menjadi 6 kolam berbeda yang semuanya terletak pada tebing Sungai Manten. Kolam-kolam ini perkirakan menjadi tempat pemandian bangsawan sesuai dengan kastanya dari petirtaan 6 yang terletak paling atas sampai petirtaan 1.
Situs Petirtaan Ngawonggo ini adalah satu-satunya di Jawa Timur yang letaknya pada tebing sungai. Sungai sendiri meiliki hubungan yang sangat erat dengan pola kehidupan masyarakat kuno yang akhirnya membangun pola pemukiman mengikuti alur sungai. Jadi tidak perlu heran jika sekitar tepian sungai tersebut terdapat perkakas-perkakas kuno seperti koin kuno, gerabah, besi kuno, dan beberapa serpihan emas. Hal ini menandakan bahwa tepian Sungai Manten dulunya adalah pemukiman penduduk.
Baca juga artikel misteri menarik lainnya tentang Misteri Situs Watu Gong, Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan





