Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

Tradisi Jawa Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir Masih Kental di Malang Raya

Ongis Mbois by Ongis Mbois
8 February 2022
in Berita Terbaru
0 0
0

Ada banyak tradisi Jawa untuk menyambut bayi yang baru lahir ke dunia. Salah satunya adalah tradisi mengubur ari-ari yang masih kental di Malang Raya.

Tradisi mengubur ari-ari ini bisa dibilang sebagai upacara pertama yang dilakukan orang tua yang anaknya baru lahir. Umumnya, tradisi ini dilakukan oleh sang bapak dari bayi yang memiliki ari-ari yang dikubur tersebut.

ArtikelTerkait

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

Jadi Salah Satu Titik Banjir di Kota Malang, Jembatan Glendang Pakem Bakal Ditinjau

ADVERTISEMENT

Rangkaian upacara ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan
Yang Maha Esa dengan hadirnya anugerah berupa anggota keluarga baru yang terlahir.

Selain itu, upacara adat Jawa ini juga dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mendoakan si jabang bayi dan seluruh keluarga. Harapannya semuanya diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan.

Bagaimana Cara Mengubur Ari-ari Bayi Baru Lahir

Ari-ari merupakan sebutan lain untuk plasenta, atau dalam Bahasa Jawa dikenal pula dengan sebutan among/dulur. Biasanya, ari-ari keluar setelah bayi keluar dari rahim sang ibu, lalu harus dikuburkan.

Dalam rahim, ari-ari ini memiliki empat fungsi, yakni mengirimkan gizi dan oksigen dari darah ibu pada janin, membawa karbondioksida dan sisa pembuangan janin kembali ke darah ibu, membentuk pertahanan untuk infeksi dari obat-obatan tertentu, dan mengeluarkan hormon terutama human chorionic gonadotrophin (HCG), progesteron dan oestrogen.

Sementara, bagi orang Jawa, ari-ari ini dianggap sebagai batur/teman bayi sejak di dalam kandungan. Memang, sejak bayi keluar dari rahim, tugas ari-ari berakhir, tetapi organ ini harus dirawat dengan cara ditanam agar tidak membusuk atau dimakan binatang.

Yang pertama dilakukan, ari-ari ditempatkan dalam sebuah gendok (semacam kendi), dengan alas daun talas. Alas ini mempunyai simbol agar sang anak kelak tumbuh tidak hanya memikirkan hal duniawi saja.

Mendhem gendok berisi ari-ari ini dilakukan di lubang yang dibuat di dekat pintu utama rumah yang ditinggali. Untuk anak laki-laki di sebelah kanan pintu, sedangkan anak perempuan di sebelah kirinya.

Tanah paling atas tempat mengubur ari-ari itu diberi kembang layaknya tradisi nyekar, lalu ditutupi daun pisang. Biasanya, di sekelilingnya diberi pagar bambu, atau sekarang orang-orang kerap menggunakan tempat sampah plastik sebagai pelindung di atasnya.

Jangan lupa beri penerangan berupa lampu secukupnya yang harus dinyalakan ketika hari mulai gelap. Kalau zaman dahulu biasanya yang digunakan adalah lampu minyak/oblek. Penerangan ini digunakan selama 35 hari sampai prosesi selapan digelar.

Banyak tradisi Jawa lainnya yang masih terasa kental di Malang Raya. BACA: Inilah tradisi kembul dungo yang ada di Malang

Tags: Mengubur Ari-ari BayiTradisiTradisi Jawa
ShareTweetSend
Previous Post

Pertunjukan Wayang Kancil, Wayang Tokoh Hewan yang Anti-Mainstream

Next Post

Tradisi Brokohan, Selamatan untuk Bayi Baru Lahir Masih Ada di Malang Raya

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Di Malang pun Ada Tradisi Beli Pakaian Baru Jelang Lebaran
Ramadan

Di Malang pun Ada Tradisi Beli Baju Baru Jelang Lebaran

4 April 2024
Pasar.id, Pasar Online untuk Warga Kabupaten Malang
Ramadan

Yang Ditunggu, Tradisi Prepekan Pasar di Malang

3 April 2024
Berita Terbaru

Rangkaian 6 Tradisi Jawa untuk Menyambut Kelahiran Bayi

25 February 2022
Daftar Alamat Tempat Pijat Bayi di Kota Malang
Berita Terbaru

Tradisi Selapanan untuk Bayi Baru Lahir Masih Sering Dijumpai di Malang Raya

24 February 2022

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.