Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Berita Terbaru

Tradisi Aqiqah untuk Bayi Baru Lahir Belum Punah di Malang Raya

Ongis Mbois by Ongis Mbois
9 February 2022
in Berita Terbaru
0 0
0

Tradisi aqiqah merupakan salah satu tradisi Jawa yang masuk dalam rangkaian upacara adat menyambut bayi baru lahir. Tradisi ini ternyata masih belum punah di Malang Raya.

Sejatinya, aqiqah merupakan pengaruh dari ajaran Agama Islam yang merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW. Orang Jawa yang beragama Islam melaksanakannya untuk meneladani sang nabi.

ArtikelTerkait

Banyak Anak Tidak Sekolah di Kota Malang karena Nikah Muda

Pemkot Batu Siap Tindak Tegas Pemburu Koin Jagat yang Merusak Fasilitas Umum

Upaya Atasi Longsor Berhasil, Jalur Gunung Geger Kabupaten Malang Kembali Lancar

Jadi Salah Satu Titik Banjir di Kota Malang, Jembatan Glendang Pakem Bakal Ditinjau

ADVERTISEMENT

Secara harfiah, Aqiqah berarti pengurbanan hewan dalam syariat Islam, sebagai bentuk rasa syukur terhadap Allah SWT. mengenai bayi yang dilahirkan. Hukum akikah ini menurut Islam adalah sunah muakadah.

Aqiqah kerap dilaksanakan bersamaan dengan tradisi selapanan. Tradisi selapanan sendiri biasanya dilakukan 35 hari setelah bayi terlahir. Ada pula yang melakukan kedua tradisi itu secara terpisah.

Tata Cara Pelaksanaan Tradisi Aqiqah

Dalam tradisi aqiqah ini, orang tua si jabang bayi melakukan kurban dengan menyembelih hewan peliharaan. Umumnya, yang disembelih berupa kambing/domba.

Jumlah hewan yang disembelih sebagai kurban untuk bayi laki-laki dan bayi perempuan berbeda-beda. Khusus untuk bayi laki-laki berjumlah dua ekor, sedangkan bayi perempuan satu ekor saja.

Setelah disembelih, kambing itu dimasak, lalu dibagi-bagikan kepada para tetangga dan kerabat. Untuk saat ini, keluarga bayi lebih dimudahkan dengan adanya katering yang khusus melayani aqiqah sehingga lebih praktis, di mana paket olahan daging kambing tinggal dibagikan saja.

Selain  tradisi aqiqah, ada banyak tradisi Jawa lainnya yang digelar dalam rangkaian untuk menyambut hadirnya bayi yang baru lahir. BACA: Mengenal tradisi puputan untuk menandai lahirnya bayi dalam keluarga.

Tags: Tradisi AqiqahTradisi Jawa
ShareTweetSend
Previous Post

Mudah Bikin Sendiri! Resep Ayam Bakar Khas Malang

Next Post

Petilasan Gunung Mujur yang Saling Menyilang

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Berita Terbaru

Rangkaian 6 Tradisi Jawa untuk Menyambut Kelahiran Bayi

25 February 2022
Berita Terbaru

Tradisi Puputan untuk Bayi yang Baru Cuplak Belum Pudar di Malang Raya

8 February 2022
Berita Terbaru

Tradisi Sepasaran Bayi Baru Lahir Masih Sering Dilakukan Warga Malang Raya

8 February 2022
Berita Terbaru

Tradisi Brokohan, Selamatan untuk Bayi Baru Lahir Masih Ada di Malang Raya

8 February 2022

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.