Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Ngalampedia

Kapten Laut Albert Warokka, Pahlawan Dalam Perang Laut Pertama Indonesia

Ongis Mbois by Ongis Mbois
3 May 2024
in Ngalampedia
0 0
0

Mendengar nama Albert Warokka, mungkin saat ini hanya beberapa orang tertentu saja yang mengenalinya. Atau mungkin langsung teringat dengan sebuah gedung yang beralamat di Jl. Menari No. 66 Malang, gedung PPAL Rayon Malang.

Sebenarnya, Albert Warokka adalah salah satu pahlawan yang gugur dalam perang laut pertama Indonesia. Perang tersebut berlangsung pada Maret-April 1946 di selat Bali. Saat itu, armada laut RI berpusat di Malang.

ArtikelTerkait

Profil Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang

Profil Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang

Profil Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang

Profil Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang

ADVERTISEMENT

Putra dari Yohanes Warokka dan Armini ini bergabung dengan Tri laut X Banyuwangi pada masa kemerdekaan tahun 1946 dengan gelar kapten laut yang ia peroleh dari Sekolah Tinggi Pelayaran di Semarang.

Diketahui, Kapten Laut Albert Warokka dan pasukan berangkat ke Bali pada 3 April 1946. Mereka berlayar menggunakan tiga perahu nelayan, yaitu jukung, mayang, dan telapak.

Dalam operasi tersebut, ada tiga tim pasukan yang selain Kapten laut Albert Warokka masih ada I Gusti Ngurah Rai dan Kapten Markadi. Yang mana masing-masing pasukan mereka mengarah pada posisi laut yang berbeda. Peran Kapten Laut Albert Warokka yakni memimpin Operasi Lintas Laut Banyuwangi Bali di pantai utara Bali.

Sebelum melakukan taktik, pastinya dilakukan persiapan yang matang, termasuk lokasi pendaratan yang aman. Sehingga Kapten Markadi mengirimkan empat tim intelejen untuk mengumpulkan informasi. Informasi yang dibutuhkan antara lain kondisi geografis, kondisi sosial politik masyarakatnya, lokasi yang aman untuk pendaratan, kekuatan masyarakat, dan rute patroli pasukan Belanda.

Untuk melancarkan aksinya, pada H-1, Kapten Markadi mengirimkan beberapa anak buahnya ke Bali. Mereka ditugaskan untuk memandu pendaratan pasukannya. Pemanduan lokasi pendaratan yang aman itu dilakukan dengan cara memberikan kode berupa api yang berbentuk segitiga.

Kapten Laut yang lahir di Malang, 15 Juni 1925 ini dan pasukan mendarat di pantai Celukanbawang, Bali. Sesampainya di daratan, mereka melakukan penghadangan terhadap pasukan Belanda yang sedang berkonvoi di jalan raya. Kala itu, mereka bersama para pemuda Bali berperang melawan pasukan belanda untuk merebut wilayah Seririt.

Dirasa kekurangan senjata, maka mereka memutuskan pergi ke Banyuwangi untuk mengambil senjata. Dalam perjalanan menuju Banyuwangi, perahu yang ditumpangi Kapten Laut Albert Warokka berpapasan dengan perahu patrol Belanda.

Terjadilah peperangan disana. Dua perahu yang membawa Kapten Laut Albert Warokka beserta 15 orang pasukannya terseret arus dan tenggelam. Tidak ada yang selamat termasuk Kapten Laut Albert Warokka. Kecuali dua orang yang diketahui selamat adalah I.G.M. Wijono dan Kamdi.

Setelah kejadian tersebut, giliran tim I Gusti Ngurah Rai dan Makardi yang memenangkan pertempuran melawan Belanda. Saat itu, tim yang dipimpin Makardi berpapasan dengan dua kapal angkatan laut Belanda berjenis LCM (Landing Craft Mechanized) yang berpatroli.

Terjadi pertempuran dan merasa dalam keadaan terjepit, dilemparkanlah dua buah granat ke arah kapal LCM tersebut. Hanya satu kapal Belanda yang melanjutkan perjalanan ke Gilimanuk meskipun dalam keadaan dek dan lambungnya terbakar.

Pertempuran tersebut, disinyalir adalah pertempuran laut pertama setelah kemerdekaan dimana angkatan perang Indonesia yang memenangkannya.

Atas jasanya, nama Kapten Laut Albert Warokka selain diabadikan sebagai nama gedung tapi juga nama jalan. Diantaranya di belakang gedung DPRD Banyuwangi, dekat pintu masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang.

Tags: Albert WarokkaBelandaI Gusti Ngurah Raipahlawan indonesiapahlawan laut
ShareTweetSend
Previous Post

Makam Mbah Bodo, Komandan Perang Mataram, yang Ada di Desa Jatiguwi

Next Post

Hotel Graha Cakra, Saksi Sejarah RRI Malang

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Sejarah

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

30 October 2024
Ngalampedia

Lapangan Pacuan Kuda Zaman Belanda di Kota Malang

16 September 2024
Hotel Lapidoth
Malangan

Hotel Lapidoth, Hotel Pertama di Malang

28 September 2023
Foto © Angga Agus
Sejarah

Mayor Damar, Pahlawan Lokal Asli Turen

31 August 2021

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.