Monday, July 20, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Bandara Abdulrachman Saleh atau Pangkalan Udara Bugis, Begini Sejarahnya!

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
7 February 2022
in Sejarah
0 0
0
Bandara Abdulrachman Saleh

Foto © sp budi setyarso

Sebelum memakai nama resmi Bandara Abdulrachman Saleh, pangkalan udara yang terletak pada wilayah Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu bernama Pangkalan Udara Bugis. Pembangunan Lanud ini terjadi saat Pemerintahan Kolonial Belanda pada era 1937-1940.

Pangkalan udara ini berlokasi sekitar 17 km ke arah timur dari pusat Kota Malang. Pembangunannya sendiri berbarengan dengan pembangunan pangkalan udara lain daam pulau Jawa. Sebut saja beberapa seperti Lanud Maospati (kini Pangkalan Udara Iswahyudi) di Madiun, Lanud Panasan (Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo) Solo, dan Lanud Maguwo (Bandar Udara Internasional Adisutjipto) Jogjakarta.

ArtikelTerkait

Sejarah Pabrik Gula Kebonagung Malang, Berdiri Sejak 1905

Sejarah SMA Negeri 1 Malang, Berawal dari Sekolah Liar hingga Jadi SMA Favorit di Kota Malang

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

ADVERTISEMENT

Posisi Pangkalan Udara Bugis ini memang cukup strategis dan aman, karena berada dalam benteng alam berupa gunung. Berada pada lembah Gunung Bromo, gunung-gunung yang mengelilinginya adalah yaitu Gunung Semeru (3.676 mdpl) sebelah timur, Gunung Arjuno (3.339 mdpl) sebelah utara, dan Gunung Kawi (2.551 mdpl) dan Gunung Panderman (2.000 mdpl) sebelah barat.

Posisi yang berada pada kepungan gunung tersebut membuat Pangkalan Udara Bugis sulit terdeteksi lawan dari udara, karena keberadaannya tak tampak begitu jelas dari udara. Ketika ada pesawat musuh melewati jalur udara di atasnya, lanud ini seolah tertutup oleh kabut. Alasan strategis untuk pertahanan militer tersebut yang juga melatarbelakangi Belanda memilih Kecamatan Pakis sebagai salah satu daerah pertahanan udara Malang.

Pangkalan Udara Bugis

Kala itu, Pemerintah Kolonial Belanda sengaja membuat landasan pacu yang cukup panjang dalam Lapangan Udara Bugis. Pasalnya, kala itu mereka memiliki armada udara dengan ukuran cukup lebar, sehingga lanud ini dapat berguna untuk landing dan take off pesawat-pesawat seperti pesawat Bomber, Glynmartin, Fokker, dan Jagers.

Pangkalan Udara Bugis kemudian berubah menjadi Bandara Udara Abdulrachman Saleh pada 17 Agustus 1952. Perubahan nama tersebut berdasarkan keputusan Kepala Staf Angkatan Udara kala itu, yaitu Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma dalam surat Penetapan Kepala Staf Angkatan Udara Nomor 76/48/Pon.2/KS/52. Isi dari surat ini adalah perubahan nama-nama Pangkalan Udara tipe A, yang salah satunya adalah Lanud Bugis.

Atas dasar pengorbanan dan jasa-jasa Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, salah seorang pahlawan nasional, dalam usahanya mengembangkan AURI dan memperjuangkan bangsa Indonesia, maka namanya dipakai sebagai nama resmi bandar udara tersebut, hingga kini.

 Pangkalan Udara Bugis

Penerbangan Sipil

Penerbangan ipil ini pertama kali buka pada 1 April 1994 oleh Merpati Nusantara Airlines yang menggunakan pesawat Fokker F28. Karena sering mengalami keterlambatan (tidak sesuai jadwal) mulai kurun waktu tahun 1996-1997, mereka mengalami penurunan load factor sampai 14,54 persen. Akhirnya, terhitung per tanggal 16 Juni 1997, PT Merpati Nusantara Airlines secara resmi menghentikan kegiatan penerbangannya khusus untuk bandara ini.

Sejak 25 Mei 2005, layanan penerbangan sipil bandara tersebut menggunakan terminal dalam Base ops Lanud Abdulrahman Saleh. Namun, sejak tanggal 30 Desember 2011 penerbangan sipil Abdulrachman Saleh menggunakan bandar udara yang terpisah dari base ops Lanud ini.

Bandara Abdulrachman Saleh memiliki dua landasan pacu. Landasan yang pertama biasa menjadi landasan pesawat-pesawat kecil seperti Hercules C-130 dengan panjang 1.500 m. Sedangkan landasan pacu yang kedua untuk jenis pesawat besar, seperti Boeing 737 dengan panjang 2.300 m.

Bandara tersebut memiliki kode ICAO WARA (dahulu WIAS) dan kode IATA MLG. Pesawat Hercules C-130 dan Super Tucano sebagai pengganti OV-10 Bronco, yang kini sudah ada dalam museum, biasa terparkir pada bandara tersebut. Selain itu, lanud ini juga menjadi basecamp Wing 2 Korps Pasukan Khas.

Namanya abadi menjadi nama bandara. Siapa sih Abdulrachman Saleh? Baca: Sosok Inspiratif Abdulrachman Saleh yang Abadi di Malang

Tags: Bandara Abdulrachman SalehKisah Sejarahlanud Abdulrachman SalehPangkalan Udara Bugis
ShareTweetSend
Previous Post

Penginapan Depan Balai Kota Batu, Ya Hotel Perdana

Next Post

Pertunjukan Wayang Kancil, Wayang Tokoh Hewan yang Anti-Mainstream

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Subsidi Tiket Pesawat Murah Bakal Hadir Lagi
Berita Terbaru

Lanud Abdulrachman Saleh Bicara Soal Suara Dentuman di Malang

3 February 2021
Abdulrachman Saleh
Sejarah

Sosok Inspiratif Abdulrachman Saleh yang Abadi di Malang

8 December 2020
Subsidi Tiket Pesawat Murah Bakal Hadir Lagi
Berita Terbaru

Sudah Dibuka, Ini Syarat Terbang Lewat Bandara Abdulrachman Saleh

19 June 2020
Subsidi Tiket Pesawat Murah Bakal Hadir Lagi
Berita Terbaru

Karena Covid-19, Akses Penerbangan ke Malang Ditutup Mulai Hari Ini

25 April 2020

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.