Thursday, June 4, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Sejarah

Karangploso Jadi Saksi Perjuangan Kompi Sullam Syamsun

Ongis Mbois by Ongis Mbois
19 November 2020
in Sejarah
0 0
0
Cerita Kompi Irian Berjuang di Malang Selatan

Buku Perjuangan Total Brigade IV (C) TSARIN DAN BUKU LANGKA

Perjuangan Kompi Sullam Syamsun yang dikenal sebagai bagian dari Batalyon Mayor Hamid Roesdi terekam dalam buku Perjuangan Total Brigade IV. Karangan, Karangploso, Kabupaten Malang yang jadi saksi perjuangan mereka dalam rangka melakukan gerakan penghancuran pos Belanda di wilayah tersebut.

Sebelum pasukan Seksi Sutomo dari Batalyon Abdul Manan melakukan wingate action dari Pujon ke Desa Langlang, Kecamatan Singosari, di wilayah itu sudah ada pasukan dari Kompi Sullam Syamsun. Pasukan ini dalam kondisi kelelahan setelah terlibat dalam sebuah pertempuran sengit melawan pasukan Belanda.

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Astana Karaeng Galesong Ngantang, Makam Pejuang di Jalan Allah

ADVERTISEMENT

Rencana Batalyon Mayor Hamid Roesdi untuk menyerang secara besar-besaran yang disebut Gerakan Rakyat Kota (GRK) dengan cara menyebar kompi-kompi ke beberapa daerah strategis pendudukan Belanda rupanya tercium. Termasuk pergerakan Kompi Sullam Syamsun yang bergerak ke wilayah Malang Barat.

Rupanya Belanda sudah memprediksi akan ada sebuah serangan besar-besaran dari pejuang Indonesia di Malang. Bisa jadi rencana serangan itu bocor lewat rakyat sipil yang menjadi mata-mata Belanda.

Sebagai antisipasi akan serangan Batalyon Mayor Hamid Roesdi itu, Belanda menyiapkan pasukan dalam jumlah besar. Tak hanya menyiapkan pasukan berlapis hingga ke pelosok desa, Belanda pun mengerahkan pesawat pengintai dari udara.

Gerakan Kompi Sullam Syamsun dibantu oleh Kompi Matrawi dan Suwondho. Mereka berjumlah kurang lebih 400 personil. Hal ini yang membuat Belanda waspada dan menyiapkan pasukan lebih banyak lantaran memprediksi pihak pejuang Indonesia mengerahkan satu batalyon penuh.

Detik-detik Perjuangan Kompi Sullam Syamsun

Pada tanggal 20 Desember 1948 kompi-kompi bergerak ke Sumberbendo. Satuan-satuan dari Batalyon I itu sempat melakukan serangan ke pos-pos Belanda yang ada di daerah Badut dan Klampok.

Selang dua hari, tepatnya 22 Desember 1948, pasukan Indonesia bergerak ke Langlang, Kecamatan Singosari melalui Karangploso. Kebetulan pasukan Belanda sudah bersiaga di sana, sehingga pertempuran tak terelakkan lagi.

Perlawanan sengit Kompi Sullam Syamsun dan kompi-kompi lain yang membantunya berlanjut hingga menuju ke daerah Karangan. Sebuah catatan menyebutkan, pertempuran itu terjadi selepas shalat Jumat.

Korban Demi Korban Berjatuhan

Pertempuran di Karangploso itu mengakibatkan kerugian di kubu pejuang Indonesia. Dari pasukan Kompi Sullam Syamsun gugur satu pejuang, sedangkan dari pasukan Matrawi ada 11 pejuang, termasuk Suwondho yang turut menjadi korban.

Sementara itu, di pihak Belanda mengklaim ada 18 orang tentara yang tewas, meski dari pihak pejuang Indonesia menyebutkan ada 40 orang tentara Belanda tewas terbunuh dalam perang tersebut.

Selain itu, pihak pasukan Indonesia tercatat kehilangan sebuah watermantel. Namun, mereka mampu merampas sebuah bren dari tentara Belanda. Para korban pun dimakamkan di sekitar daerah Karangan.

Selanjutnya pasukan Sulam Samsun dan kedua kompi tersebut bergerak kembali ke Sumberbendo, Kecamatan Dau untuk mengadakan konsolidasi. Dalam gerakan kembali tersebut, mereka masih sempat menyerang pos Belanda di daerah Pendem.

Aksi yang dilakukan oleh Batalyon Mayor Hamid Roesdi itu menunjukkan bahwa TNI saat itu memiliki kekuatan untuk melakukan pertahanan sekaligus penyerangan dalam waktu yang singkat.

Sumber: Perjuangan Total Brigade IV

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.

Tags: Brigade IV di MalangKH Sullam Syamsunperang di Malang
ShareTweetSend
Previous Post

Waduh, Libur Panjang Akhir Tahun 2020 Belum Pasti

Next Post

Pantai Jembatan Panjang, Tetanggaan dengan Regent dan Balekambang

Ongis Mbois

Ongis Mbois

Kuli tinta yang mendedikasikan diri untuk Bhumi Arema

Related Posts

Cerita Kompi Irian Berjuang di Malang Selatan
Sejarah

Gerakan Wingate Action Batalyon Abdul Manan ke Karangploso

22 November 2020
KH Sullam Syamsun, Jenderal Bintang Satu dari Malang
Tokoh

KH Sullam Syamsun, Jenderal Bintang Satu dari Malang

16 November 2020
Cerita Kompi Irian Berjuang di Malang Selatan
Sejarah

Peran Lettu Suyono di Balik Wingate Action Batalyon Abdul Manan

15 November 2020
Cerita Kompi Irian Berjuang di Malang Selatan
Sejarah

Aksi Sabotase Seksi Suwandi dalam Wingate Action

13 November 2020

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.