Kenalan dengan Serli Anggraini, Kapten Tim Arema Putri

Kenalan dengan Serli Anggraini, Kapten Tim Arema Putri
Serli Anggraini, Kapten Tim Arema Putri (C) DANI KRISTIAN

Serli Anggraini didapuk menjadi kapten tim Arema Putri di Liga 1 2019. Ban kapten itu pertama kali dipakainya saat timnya kalah 0-1 dari Persipura Jayapura Putri di laga perdana Liga 1 Putri 2019, Minggu (6/10/2019) siang.

Jika umumnya anak gadis memilih olahraga senam atau renang, Serli dengan mantap memilih sepak bola. Jika biasanya remaja seusianya memilih pergi ke salon kecantikan agar tetap cantik, gadis asli Kediri ini memilih tetap cantik meski lebih suka pergi ke lapangan hijau untuk bermain sepak bola.

Gadis kelahiran 13 Januari 1998 ini mengaku suka sepak bola sejak kecil. Beruntung baginya, Serli mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

“Sebenarnya bapak lebih menyarankan saya untuk menekuni olahraga voli, karena beliau suka voli. Tapi mungkin bakat saya dari kecil di sepak bola, bapak tetap mendukung karier saya di sepak bola,” kata Serli.

Alasan Memilih Arema Putri

Meski sempat mendapatkan tawaran dari tim PS Sleman Putri, Serli Anggraini akhirnya lebih memilih bergabung dengan Arema Putri. Pemilik jersey bernomor punggung 6 itu mengaku punya alasan tersendiri.

Sebelum ke Arema Putri, Serli sempat mengikuti sejumlah turnamen sepak bola putri berskala regional maupun nasional, bahkan pernah mengikuti seleksi untuk Tim Nasional Indonesia Putri meski tidak lolos. Menurutnya, sejak usia SMP sebenarnya sudah ada tawaran untuk berkarier di sepak bola, namun ditolaknya.

“Waktu kelas 1 SMA baru saya ambil tawaran itu. Sebenarnya tidak kepikiran untuk mengikuti Liga 1 Putri 2019 ini, tapi kemudian saya diajak teman (Windi Ayu Puspitasari, kiper Arema Putri) ke Arema,” imbuhnya.

Sambil Bekerja

Keputusan Serli Anggraini memilih Arema Putri terbilang tepat. Sebab, di Malang, selain bermain sepak bola di Liga 1 Putri 2019, gadis 21 tahun itu bisa sambil bekerja.

“Saya pilih Arema juga karena sebelumnya saya bekerja di salah satu Toko Sport di Malang. Saya bisa bermain sepak bola sambil bekerja. Apalagi Malang juga lebih dekat dari rumah saya di Kediri,” pungkas wanita yang mengaku tak punya pemain sepak bola yang diidolakan ini.