Anwar Rifa’i disulap jadi bek sayap kiri oleh Pelatih Marcos Santos jelang Super League 2025-2026. Pemain yang posisi aslinya seorang stopper itu merasa terbantu dengan adanya pengalaman masa lalunya di Madura United.
Rifa’i pernah memperkuat Madura United sebelum didatangkan Arema. Pemain asal Jakarta itu menjadi bagian dari Laskar Sape Kerrab di Liga 1 2023-2024 lalu selama semusim.
Selama semusim bermain di Arema musim lalu, di bawah asuhan dua pelatih berbeda, Joel Cornelli maupun Ze Gomes, Rifa’i selalu dimainkan sebagai bek tengah. Ketika Marcos datang, pelatih asal Brasil itu mencoba bereksperimen memasangnya sebagai bek kiri.
“Walaupun bukan posisi asli saya, tapi kalau pelatih mau saya bermain di posisi itu, ya saya harus siap. Sebelumnya saya juga pernah bermain di posisi itu di Madura United. Jadi, ya gak masalah menurut saya,” kata Rifa’i kepada WEAREMAnIA.
Anwar Rifa’i Disulap Jadi Bek Sayap Kiri, Rasakan Perbedaan Tugas
Rifa’i merasakan adanya perbedaan tugas antara menjadi bek tengah dengan bek kiri. Meski demikian, pemain berusia 24 tahun itu mencoba beradaptasi dengan baik.
“Menurut saya, kalau bek kiri sering naik-turun, ikut bantu serangan dan bertahan, sedangkan stoper kan fokus di pertahanan,” imbuh pemilik jersey bernomor punggung 23 itu.
Untuk adaptasi, Rifa’i mengaku tak ada persiapan khusus. Hanya saja, porsi latihan tambahan coba dilahapnya di luar sesi latihan reguler bersama timnya.
“Saya cuma memaksimalkan setiap sesi latihan. Saya biasanya juga kalau sore saya tambah latihan strength di gym, dan istirahat yang cukup,” tutupnya.
