Wednesday, July 1, 2026
  • Kontak
  • Iklan
Ngalam Wearemania
  • Terbaru
  • Destinasi
  • Malangan
  • Kuliner
  • Info Penting
  • Arema FC
No Result
View All Result
Ngalam Wearemania
No Result
View All Result
Home Destinasi

Mengulik Kisah Relief Parthayajna Candi Jago

Ngalam Wearemania by Ngalam Wearemania
16 December 2021
in Malangan, Sejarah
0 0
0
foto oleh Rudy Santoso

foto oleh Rudy Santoso

Kisah Parthayajna yang ada pada relief Candi Jago berawal pada saat para Pandawa sedang putus asa karena Yudhistira telah kehilangan segala miliknya waktu bermain dadu dengan Kurawa. Kini mereka akan berangkat dari Hastina, memasuki masa pembuangan yang akan berlangsung selama 12 tahun.

Saat itu ketika Pandawa dan Kurawa saling berjudi dadu. Hal ini sesuai dengan cerita dari relief Mahabarata candi Jago. Dalam perjudian tersebut bercerita bahwa Pandawa kalah sehingga harus menyerahkan seluruh hartanya. Pandawa pun akhirnya pergi menuju hutan dengan membawa serta ibu mereka yaitu Kunti, juga Drupadi, serta para Punakawan.

ArtikelTerkait

Sejarah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Romantisme di Balik Sejarah Nama Kasembon

Sejarah SMA Negeri 7 Malang, yang Dulunya Sekolah Penunjang

Menjelajah Kampung Arab di Kota Malang

ADVERTISEMENT

Pandawa tak menyerah begitu saja. Hutan tempat mereka mengasingkan diri, mereka merencanakan taktik untuk melawan Kurawa. Mereka pun memutuskan untuk melawan Kurawa dengan bantuan para Dewa. Untuk mendapatkan bantuan tersebut, seorang yang berangkat dari mereka, Arjuna harus melakukan tapa brata Gunung Indrakila.

Gunung Indrakila terpilih karena merupakan tempat para dewa berada. Lokasi gunung Indrakila masuk dalam jajaran gunung Semeru. Sebelum berangkat, Arjuna berguru terlebih dahulu kepada penasihat rohani Pandawa mengenai tata cara melakukan tapa brata. Untuk melakukannya, Arjuna terlebih dahulu juga harus menemui mahaguru ajaran dan praktek Siwadharma, Rsi Dwipayana.

Dalam perjalanan menuju gunung Indrakila, Arjuna bertemu dengan dua pertapa perempuan.

Arjuna pun menceritakan maksud perjalanannya dan mendapat sambutan baik oleh pertapa tersebut. Mereka menjelaskan bahwa daerah yang sedang Arjuna datangi tersebut adalah daerah pertapaan Wanawati. Pertapaan tersebut oleh Mahayani, seorang wanita dari kalangan bangsawan.

Mahayani memberi bekal kepada Arjuna. Salah satunya yakni mengenai halahayu. Halahayu adalah kejadian baik dan buruk yang pasti akan selalu terjadi. Jika manusia tersebut kuasai oleh rajas dan tamas, maka akan muncul perbuatan jahat. Arjuna pun harus belajar menguasai emosinya terlebih dahulu agar kejadian yang sudah pernah teralami keluarganya tak terjadi lagi.

Setelah menemui Mahayani, Arjuna terus melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan tersebut, Arjuna bertemu dengan Dewi Sri yang merupakan dewi pelindung istana Indraprastha. Dewi Sri meramalkan bahwa Arjuna akan menerima senjata untuk dapat kembali ke istana dari Hyang Kirata. Sama halnya dengan Mahayani, Dewi Sri juga memberi bekal terhadap Arjuna.

Perjalanan pun berlanjut hingga akhirnya Arjuna bertemu Kama dan Ratih, dewa dan dewi asmara. Disana, Kama meramalkan bahwa Arjuna akan tinggal di surga dan Kama pun menunjukkan jalan ke gunung Indrakila dengan pertapaan rsi Dwipayana di sisi timur laut. Untuk kesana pun tidak mudah, Arjuna harus melawan Nalamala. Nalamala adalah raksasa berkepala tiga, yaitu kepala raksasa, kepala gajah, dan kepala garuda. Hanya ada satu cara untuk mengalahkannya yaitu dengan  meditasi Siwa (nala cintyamani).

Ternyata benar apa yang dikatakan Kama, dalam perjalanannya, Arjuna harus berhadapan dengan kelompok raksasa dengan Nalamala pemimpinnya. Arjuna pun mempraktekkan saran Kama untuk melawan dengan nala cintyamani. Pasukan Nalamala pun mundur dan mengancam untuk nanti kembali beradu kekuatan dengan Arjuna.

Hingga sampailah Arjuna ke tempat Rsi Dwipayana. Rsi Dwipayana mengajari Arjuna cara untuk memperoleh pembebasan dengan bantuan dewa. Setelah kira-kira satu tahun melakukan tapa brata, Arjuna pun mendapatkan senjata yang diberikan oleh Hyang Kirata atau Siwa seperti yang diramalkan Dewi Sri.

Baca juga artikel lain Awal Mula Cerita Candi Singosari Ditemukan

Tags: candicandi jagoReliefRelief Parthayajna
ShareTweetSend
Previous Post

Pesona Candi Bocok, Candi Terpencil Dari Kasembon

Next Post

Punden Wandanpuro, Titik Kumpul Leluhur Bululawang

Ngalam Wearemania

Ngalam Wearemania

Bagian dari Wearemania Network yang hadir memperkaya konten eksklusif tentang Malang Raya. Mulai dari berita terbaru hingga rekomendasi destinasi wisata di Malang Raya.

Related Posts

Malangan

Relief Mahabharata di Candi Jago

25 October 2024
Ngalampedia

Cerita Tentang Pura Ismoyo Jati Balekambang

4 September 2024
candi telih
Destinasi

Candi Telih, Candi yang Terlupakan

9 June 2024
Ngalampedia

Candi Jawar Ampelgading, Peninggalan Majapahit di Malang

21 April 2024

Arema FC

    Ngalam Wearemania

    Berita dan Destinasi Wisata Malang Raya dari Wearemania Network

    KATEGORI

    • Akomodasi
    • Berita Terbaru
    • Destinasi
    • Event
    • Fakta dan Mitos
    • Info Penting
    • Kuliner
    • Malangan
    • Ngalampedia
    • Ramadan
    • Sejarah
    • Tokoh
    • Wisata

    WEAREMANIA NGALAM

    Redaksi
    Kebijakan Privasi
    Pedoman Media Siber
    Pengaduan

     

    Disclaimer
    Hak Jawab & Koreksi Berita
    Ketentuan Pengguna
    Kontak dan Iklan

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In
    No Result
    View All Result
    • Terbaru
    • Destinasi
    • Malangan
    • Kuliner
    • Info Penting
    • Arema FC

    © 2021 Ngalam Wearemania by Wearemania Network.