Ada tradisi yang coba dibangkitkan kembali di memori Aremania di laga Arema vs Persijap Jepara di Pekan 19 Super League 2025-2026 (2/2/2026). Tradisi pemain cium bendera Arema sebelum masuk lapangan mewarnai laga yang dimenangkan dengan skor 1-0 itu.
Momen itu terjadi sesaat para penggawa Singo Edan melakoni pemanasan sebelum pertandingan. Johan Farizi dan kawan-kawan mencium bendera dengan logo Arema yang dikibarkan di sebuah tiang yang dibawa salah seorang offisial.
Tradisi ini tentu membawa ingatan Aremania ke masa Indonesia Super League (ISL) 2014 silam. Jadi, ini merupakan tradisi lawas Arema di era kepengurusan Cronus hingga periode 2016.
Lama ditinggalkan, tradisi ini coba dihidupkan lagi di era Super League musim ini. Pemain-pemain lawas seperti Dendi Santoso dan Johan Farizi tentu tahu betul bagaimana makna tradisi lawas tersebut saat dibangkitkan kembali.
Ketika pemain melihat dan mencium bendera Arema itu diharapkan mereka menyadari bahwa ada banyak hal yang harus diperjuangkan. Bukan cuma harga diri mereka saja, tetapi juga nama besar Arema, kehormatan Aremania dan masyarakat Malang.
