Curhat Eduardo Almeida Jadi Pelatih Arema di Masa Pandemi Covid-19

Arema Disebut Pasif di Bursa Transfer Pemain, Eduardo Almeida Berkilah
Eduardo Almeida (C) WEAREMANIA

Eduardo Almeida merasakan ada yang berbeda saat jadi pelatih Arema di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Pelatih asal Portugal itu pun mencurahkan isi hatinya tersebut.

Menurutnya, melanjutkan karier di negara yang sepak bolanya masih terganjal pandemi seperti Indonesia adalah sebuah tantangan. Sebagai orang yang suka tantangan, tawaran pekerjaan sebagai pelatih kepala Arema di Liga 1 2021-2022 pun diterimanya.

Pelatih berusia 43 tahun itu mengakui jika ada kesulitan tersendiri sebagai pelatih, terutama dalam menyiapkan tim. Pasalnya, persiapan timnya terhalang ketidakpastian kompetisi sebelum ditetapkan bergulir 27 Agustus.

“Kesulitan terbesar saya adalah dalam situasi yang tidak pasti. Padahal, jujur sebagai pelatih saya siap untuk menyiapkan pemain untuk sesi latihan, bermain, bertanding untuk menang. Itulah hari-hari seorang pelatih. Tanpa itu sulit bagi pelatih, tapi ini situasinya, berbeda sekali kalau tanpa kompetisi. Jujur, saya harus belajar hidup dalam situasi itu,” kata Almeida.

Yang Bisa Dilakukannya Saat Jadi Pelatih Arema di Masa Pandemi Covid-19

Eduardo Almeida menyebut, tak banyak yang bisa dilakukannya sebagai pelatih dalam mempersiapkan tim untuk Liga 1 2021-2022. Namun ditegaskannya, apa yang bisa dilakukannya akan dilakukan demi memberikan yang terbaik untuk Arema.

Dalam persiapan yang minim dan waktu yang mepet, Almeida dengan tegas mengucapkan, mau tak mau Arema harus siap untuk berkompetisi. Pasalnya, kepastian kompetisi ini yang sudah lama ditunggu-tunggu sebelumnya.

“Saya tidak bisa bicara saya siap menghadapi ini, karena ini pertama kalinya terjadi bagi saya. Jujur, saya tidak bisa memilih, dan menimbang. Jadi, saya harus benar-benar siap dengan situasi ini. Saya harus respek, yang harus saya lakukan hanya melakukan yang terbaik dalam situasi ini,” imbuhnya.

Menghadapi Situasi yang Tak Mudah

Eduardo Almeida menilai situasi berkompetisi di tengah pandemi ini tidaklah mudah. Namun, dengan berjalan bersama-sama antara semua komponen tim, termasuk suporter, segala kesulitan itu akan bisa diatasi Arema.

“Tidak mudah, tapi kita harus menyesuaikan diri. Sebagai manusia tentu kita harus bisa menghadapi kenyataan yang harus dijalani,” tegas eks pelatih Semen Padang itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.