Hanif Sjahbandi: Skema Rekontrak Arema Sudah Fair

Hanif Sjahbandi: Skema Rekontrak Arema Sudah Fair
Hanif Sjahbandi (C) DANI KRISTIAN

Hanif Sjahbandi menilai skema rekontrak Arema sudah fair. Gelandang asal Bandung itu sudah menandatangani perubahan adendum kontrak untuk lanjutan Liga 1 2020 mendatang.

Sekaligus mengikuti agenda rapid test tahap 2, Hanif datang ke Kandang Singa, sebutan untuk kantor Arema, Selasa (28/7/2020) lalu. Pemain 23 tahun itu mengaku masih mau menuggu rekan satu timnya, Bagas Adi Nugroho untuk teken rekontrak.

Untuk rekontrak ini, Arema berpedoman pada Surat Keputusan PSSI Nomor 48 dan 53. Skemanya, nilai gaji perbulan yang didapatkan pelatih dan pemain adalah nilai kontrak semusim dibagi dua (50%), lalu dikurangi uang yang sudah/akan mereka terima sampai Agustus, lalu dibagi jumlah bulan dari September sampai bulan terakhir sesuai durasi kontrak awal.

“Apapun itu, ini kan keputusan dari PSSI. Saya pikir mereka memberikan solusi yang fair. Kita tahu situasi sekarang ini seperti apa (klub tanpa pemasukan pada masa pandemi covid-19),” kata Hanif.

Alasan Hanif Sjahbandi Menilai Skema Rekontrak Arema Sudah Fair

Hanif Sjahbandi menilai skema rekontrak Arema tergolong adil pasti ada alasannya. Yang jelas, skema itu sudah dipelajarinya sebelum membubuhkan tanda tangannya.

Menurut pemilik jersey bernomor punggung 19 itu, semua klub saat ini tanpa pemasukan di tengah vakumnya Liga 1 2020 karena pandemi covid-19. Sekalipun nanti liga dilanjutkan, klub tetap kehilangan pemasukan melalui sektor tiket karena laga diputuskan tanpa penonton oleh PT Liga Indonesia Baru.

“Saya menyadari, mereka pasti bersikap adil kepada pemain, klub, dan juga semua aspek yang berhubungan dengan sepak bola. Saya menyetujui hal (skema rekontrak) itu, dan berusaha mendukungnya,” tegasnya.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.