Manajer Tim Arema: Javier Roca Bukan Pelatih Tim Degradasi

Manajer Tim Arema, Ali Rifki menyebut Javier Roca bukan pelatih tim degradasi. Menurutnya, pelatih kepala anyar Arema itu tak punya citra yang demikian.

Nama Roca sempat mencuat di media sosial sebagai pengganti kuat Eduardo Almeida yang kemarin diistirahatkan sebagai pelatih kepala. Tak sedikit yang melabeli pelatih asal Chile itu sebagai pelatih tim degradasi.

Stigma itu tak lepas dari ‘kegagalan’ Roca menyelesaikan Liga 1 2022-2023 hingga akhir bersama Persik Kediri yang dilatihnya sejak pertengahan musim lalu. Pelatih berusia 45 tahun itu didepak manajemen Persik setelah kompetisi baru memasuki Pekan 3.

“Javier Roca ini belum pernah membawa Persik dalam keadaan degradasi di akhir musim. Kita cek data, dia masuk saat Persik ada di posisi 15, dan di akhir musim bisa dibawanya finish di posisi 11,” kata Ali.

Javier Roca Bukan Pelatih Tim Degradasi, Keluar Persik Bukan Karena Alasan Prestasi

Ali Rifki menegaskan, Javier Roca tidak punya rekam jejak Persik Kediri sebagai klub profesioal pertama yang ditanganinya. Sebab, pelatih yang dulunya kenyang pengalaman bermain di Liga Indonesia itu hengkang bukan karena alasan prestasi.

Yang diketahuinya, Roca meninggalkan Persik di awal musim ini karena ada masalah internal di tim. Ini juga yang menjadi pertimbangan bagi manajemen Arema untuk memilihnya.

“Roca meninggalkan Persik kemarin bukan karena dia jelek atau bagaimana. Saya pikir, citra dia sebagai pelatih tim degradasi itu tidak ada,” pungkas manajer asal Pasuruan ini.

Sebelumnya, ada alasan khusus yang melatarbelakangi Arema menunjuk Javier Roca sebagai pelatih kepala. BACA: Inilah alasan khusus mengapa Arema memilih Javier Roca sebagai pelatih anyar.