Arema Sulit Cetak Gol, karena Tidak Ada Playmaker?

Eduardo Almeida dihadapkan pada pekerjaan rumah mecari solusi masalah Arema sulit cetak gol di tiga pertandingan awal Liga 1 2021-2022. Banyak yang menyebut masalah itu karena ketiadaan sosok playmaker di tim Arema musim ini.

Pelatih asal Portugal itu tak yakin playmaker adalah solusi terbaik. Pasalnya, faktanya tak semua tim di dunia ini bermain menggunakan playmaker, dan mereka bisa mencetak gol-gol.

Usulan untuk mendatangka playmaker di bursa transfer paruh musim itu mencuat setelah Arema cuma bisa mencetak tiga gol di tiga laga, meski memasang empat striker sekaligus. Bahkan, tiga gol itu dibuat Hanif Sjahbandi (penalti), Dendi Santoso, dan Johan Farizi yang notabene bukan striker.

“Kalau solusinya adalah (mendatangkan) playmaker, tentu semua tim di dunia ini punya (pemain berposisi) playmaker, nyatanya tidak kan. Untuk mencari solusi atas masalah ini, kita harus menganalisa tim ini secara keseluruhan, bukan cuma soal playmaker, striker, atau posisi lainnya,” kata Almeida.

Arema Sulit Cetak Gol, Bukan Salah Striker Saja

Eduardo Almeida mengevaluasi minimnya gol yang dibuat Arema di tiga pertandingan awal Liga 1 2021-2022. Namun, pelatih berusia 43 tahun itu tak melimpahkan pertanggungjawaban itu pada barisan striker Arema.

Menurutnya, dalam tiga laga, timnya sudah membuat peluang-peluang untuk mencetak gol, terutama di laga ketiga saat mereka kalah 1-2 dari PSS Sleman. Hanya saja, diakuinya peluang-peluang yang dibuat anak asuhnya itu cuma tiga yang menjadi gol.

“Saya tidak mau bicara tentang individual pemain. Saya ingatkan, jika tim ini tidak bisa menang atau mencetak gol, itu bukan karena satu-dua pemain saja. Itu disebabkan oleh banyak hal,” tutup eks pelatih Semen Padang itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.