Charis Yulianto: Tidak Mudah Gantikan Mario Gomez

Charis Yulianto: Tidak Mudah Gantikan Mario Gomez
Charis Yulianto (C) DANI KRISTIAN

Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto mendapatkan amanah gantikan Mario Gomez untuk memimpin sesi latihan. Menurutnya, tugas tersebut tidaklah mudah, tetapi tetap akan diembannya.

Seperti diketahui, manajemen Arema sudah mengumumkan mundurnya Gomez dari kursi pelatih kepala Arema sebelum Liga 1 2020 dilanjutkan Oktober mendatang. Selain kepada Charis, tugas memimpin sesi latihan pun dilimpahkan kepada para asisten pelatih lainnya, yakni Kuncoro, Singgih Pitono dan pelatih kiper Felipe Americo.

Namun, faktanya di lapangan, Charis lebih berperan dalam memberikan instruksi kepada pemain saat berlatih. Sementara, asisten pelatih lainnya cuma membantu seperti biasanya.

“Saat ini kami diberi kepercayaan oleh Pak Ruddy untuk memimpin latihan. Bukan saya sendiri sebenarnya, melainkan bertiga. Kami akan bekerja keras lagi, karena menjalankan kepercayaan ini tidaklah mudah. Selain masalah teknis, juga bagaimana menjaga mental pemain,” kata Charis.

Gantikan Mario Gomez, Charis Yulianto Andalkan Pengalamannya

Charis Yulianto yang sudah mengantongi lisensi kepelatihan A AFC sejak 2018 lalu mengaku tak masalah dengan tugas yang diberikan manajemen Arema ini. Untuk menjalankan tugas itu, pengalamannya sebagai pemain maupun asisten pelatih sebelumnya bakal diandalkannya.

Pria asal Blitar itu berharap dukungan dari semua komponen tim untuk menjalankan tugas yang tak mudah ini. Menurutnya, tugas itu akan lebih sulit tanpa dukungan semua pihak.

“Tidak ada masalah untuk saat ini, saya menjalankan apa yang sudah pernah saya alami juga, ingin saya berikan itu kepada pemain. Tentunya, semua pemain juga harus mengerti dan memahami situasinya. Ini bagian penting juga, apalagi ini masa-masa persiapan, tentu latihan harus tetap berjalan,” imbuhnya.

Pastikan Tak Ada Perubahan Filosofi

Meski Mario Gomez telah lengser dari kursi kepelatihan Arema, Charis Yulianto menjamin filosofi tim tak akan berubah. Pasalnya, pada dasarnya, pelatih 42 tahun itu hanya meneruskan apa yang sudah ditanamkan pelatih kepala sebelumnya.

“Saya pastikan tidak akan ada perubahan filosofi, buat saya Arema tetap gaya Malangan. Ini sesuai apa yang sudah saya terima dan pengalaman dari pelatih sebelumnya. Semua saya tampung untuk kemudian kami diberikan kepada para pemain,” pungkas mantan Asisten Pelatih Borneo FC itu.

 

Subscribe channel Youtube kami, ikuti kami di Instagram dan gabunglah bersama kami di Facebook untuk menjadi bagian dari komunitas Arema dan Aremania.