Kecintaan Mario Gomez pada Kopi

Kecintaan Mario Gomez pada Kopi
Mario Gomez (C) DANI KRISTIAN

Kecintaan Mario Gomez pada kopi bisa diibaratkan sebagai sesuatu yang tak bisa dipisahkan lagi. Pelatih Arema itu selalu terlihat menggenggam cangkir berisikan kopi dalam beberapa momen bersama timnya.

Gomez selalu memulai sesi latihan Arema dengan nyeruput secangkir kopi. Sebelum para penggawa Singo Edan menjalani sesi latihan, kopi jenis cappuccino masuk ke mulut dan kerongkongannya.

Bahkan, pelatih asal Argentina itu membawa secangkir cappuccino ke dalam ruang jumpa pers usai laga melawan Barito Putera, Minggu (23/2/2020) sore. Secangkir kopi khas Italia itu seolah digunakan untuk merayakan kemenangan Arema 3-0 di laga yang digelar dalam momen launching tim dan jersey musim 2020.

“Saya memang senang kopi, tapi tidak ada hubungannya dengan tekanan dalam pertandingan. Kopi ini bukan untuk mengatasi ketegangan atau apa, tidak ada kaitannya,” ungkap Gomez.

Charis Yulianto Saksi Kecintaan Mario Gomez pada Kopi

Asisten Pelatih Arema, Charis Yulianto menjadi saksi kecintaan Mario Gomez pada kopi. Sebab, pria asli Blitar ini sudah bersama Gomez dalam satu staf kepelatihan sejak musim lalu di Borneo FC.

Diakuinya, mantan pelatih Persib Bandung tersebut tak bisa lepas dari kopi pada sesi latihan. Bahkan, saat pertandingan pun harus ada secangkir kopi yang menemaninya dalam meracik taktik dan strategi untuk anak asuhnya di lapangan.

“Sejak kami masih di Borneo juga sudah suka ngopi waktu latihan atau pertandingan. Memang, Coach Gomez suka kopi, terutama cappuccino,” imbuhnya.

Pernah Direpotkan Mario Gomez

Salah seorang kitman Arema yang tak mau disebutkan namanya, mengaku pernah direpotkan oleh Mario Gomez soal kopi ini. Suatu ketika saat skuad Singo Edan berlatih di Stadion Dirgantara, Lanud Abdulrachman Saleh, Pakis, secangkir kopi seduh sulit dicari.

“Kalau latihan di Stadion Gajayana atau Stadion Kanjuruhan mudah mencari secangkir kopi. Kalau di Stadion Dirgantara saya kesulitan, karena tidak ada kantin. Saya sampai harus keluar mencari minimarket, membeli kopi sachet, dan minta air panas kepada bapak-bapak tentara,” tegas si kitman Arema.